saat kita jengkel dengan orang lain, bukan tidak mungkin, pada saat yang sama, orang itu juga jengkel dengan dirinya sendiri
Hello again hehee
Sudah biasa ya, draft dibuat duluan tapi dipost belakangan, termasuk yang satu ini hehee
Jadi, kalau diamat-amati kayaknya memang ada periode di mana manusia-manusia di Bumi cenderung menjadi lebih sensitif dan senggol bacok. Contohnya mungkin (kalau pengalaman pribadi saya) di pertengahan tahun. Entah apa alasannya, mungkin karena cuaca semakin panas, atau mungkin, karena kaget tau-tau sudah lewat 7 bulan di tahun 2023 ini, atau mungkin juga, karena pekerjaan, atau teman, keluarga atau masalah pribadi lainnya. Hanya orangnya sendiri yang tau hahahaa
Tapi, ada yang menarik ketika saya sedang di periode waktu yang sangat sensitif tersebut, saya sempat berpikir dua hal, yang pertama yang muncul di kalimat paling pertama di postingan ini. Dan yang kedua, adalah pemikiran bahwa sangat memungkinkan, hampir niscaya, apa yang kita rasakan, juga adalah apa yang orang lain rasakan.
Apakah dengan 2 pemikiran itu saya menjadi tidak sensitif dan jengkelnya langsung hilang? Tentu, tidak. Tetap saja kesal, jengkel, syedi, mixed feeling. Tidak berubah, nama nya juga perasaan, tidak bisa diatur hehee
Tapi, dengan berpikir demikian, mungkin, menurut saya kita bisa menjadi lebih objektif dan tidak buta menanggapi apa yang dirasakan.
Pada pemikiran pertama tadi, saat kita jengkel dengan orang lain, maka mungkin di saat yang sama, orang itu juga jengkel dengan dirinya sendiri. Disclaimer, ini asumsi saya kwkkww. Karena saya cukup sering berpikir seperti ini. Setelah saya mengatakan atau melakukan sesuatu, baru saya berpikir dan sadar wah kayaknya tadi saya menjengkelkan yaa. Tapi, mungkin saat saya melakukan itu, saya tidak kepikiran atau tidak kebayang bahwa itu akan semenjengkelkan itu. Atau pada saat itu, memang kondisinya membuat saya melakukan hal tersebut, hal yang menjengkelkan. Kadang-kadang demikian kan ya. Nah, kalau memang demikian yang terjadi, berarti orang yang menjengkelkan itu sebenarnya tidak berniat untuk menjadi menjengkelkan, you got my point? iya nda sih wkwkwk karena dia pun jengkel dengan dirinya sendiri hahaaaa. Jadi kita bukanlah objek sasaran yang ingin dengan sengaja dibuat marah/kesal/jengkel. Akibatnya, ya sudah, kita cukup berkutat dengan perasaan jengkel kita saja tanpa perlu merembet kemana-mana, cukup jengkel dengan kejadian yang terjadi, dan tidak berlanjut mengasosiasikan ke personal orang tersebut ataupun hal-hal lain yang sebenarnya tidak berkaitan.
Kemudian, pemikiran kedua juga sama sih intinya, sangat memungkinkan apa yang kita rasakan, juga adalah apa yang orang lain rasakan. Dalam arti, saat kita sedang jengkel, mungkin semua orang di dunia ini juga sedang jengkel wkwkw atauu saat kita jengkel, begitu juga orang lain rasakan saat kita yang menjengkelkan. Jadi, kita pun di saat tertentu bisa menjadi semenjengkelkan orang tersebut hahahaa which is pasti (bukan lagi possible). Jadi pemikirannya adalah kita tidak spesial dan bukan kita saja yang merasakan itu. Semua orang bisa merasakan kejengkelan dan kemarahan itu. Dan di saat tertentu bisa jadi kita lah pelakunya, yang membuat orang lain menjadi jengkel. Kesimpulannya juga sama sih dengan yang di atas, karena secara personal tidak ada yang berbeda baik dari kita maupun orang lain, jadinya fokus saja pada perasaan bukan pada orang atau kejadian-kejadian lain yang sesungguhnya tidaklah relevan dengan perasaan kita.
So, jengkel marah or apapun itu sifatnya alamiah, selama hidup pasti pernah jengkel, pernah marah. Pernah juga pasti membuat orang jengkel, membuat orang marah. Tidak ada yang istimewa, itulah dinamika hidup, naik dan turun, senang dan susah, jengkel dan bahagia. Jika ada waktu dimana kita jengkel, tentu ada juga waktu dimana kita senang dan bahagia. Sealamiah dan sewajar itu.
Take home message: tidak apa-apa jengkel asal tidak merembet kemana-mana hahahaa. Perasaan adalah perasaan, hanya sekedar perasaan, dia bukan kita, bukan juga orang lain. Dia muncul, bertahan, dan berlalu.
Demikian kira-kira ke-sotoy-an hari ini wkwkwk.
Seproduktif ini di bulan Agustus hahaha awal bulan udah ngepost, baguslah kemarin malas-malas soalnya wkwkwk
Sampai ketemu lagi di [tujuh puluh delapan],
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment