a whole package on Saturday morning!
Setelah sebulan akhirnya ada bahan buat nulis juga, an expected one. Tepat di hari terakhir di bulan Februari juga, ya setidak nya bulan ini ada tulisan lah ya hhehe
Pagi ini jadi salah satu pagi yang sangat tidak diduga-duga.
Sebagai gambaran awal, saya adalah seorang yang menyusun rencana, a planner. Jadi selalu pasti diplanning dengan baik. Sebagai contoh, sebelum traveling ke mana-mana, pasti 1 atau 2 hari sebelumnya.
Nah, hari ini juga begitu.
Dari jauh-jauh hari sudah pesan tiket, sudah mengajukan cuti, packing, sudah pesan kendaraan ke bandara, aman as usual. Pagi-pagi bangun, siap-siap, langsung jalan. Berhubung tidak bisa check-in online, maka berangkat lebih awal untuk check-in on-site di counter. Pas mbak-mbaknya cek paspor, ternyata ED pasporku kurang dari 6 bulan. And then, tidak dikasih check-in. Waduh, mulai panik tuh kan. Trus, manager di counternya itu bilang bahwa ada unit imigrasi di bandara yang bisa mengurus percepatan pembuatan paspor, express langsung jadi di hari itu.
Terus, saya langsung lah ke sana, untung masih pagi. Lari-lari sedikit di pagi hari. Ternyata pas ke sana, mas-masnya bilang sistemnya lagi down jadi tidak bisa cetak. Makin panik. Terus, duduklah saya dan menunggu dan mulai mencari-mencari di internet dimana ya bisa bikin paspor.
Singkat cerita, tidak jadi berangkat. Akan coba peruntungan di hari Senin.
Waktu duduk menunggu, semakin berpikir. Memang, pasti ada hal-hal yang tidak bisa kontrol di dunia ini. Sebaik apapun kita berencana (meskipun yang kali ini kurang baik ya karena saya kurang riset huhuuuu, sudah sempat ada feeling tapi diabaikan karena masih yakin masih bisa terpakai kok paspornya karena masih belum ED). Tapi ya sudahlah, sudah tidak bisa apa-apa juga.
Dari kejadian hari ini, ada beberapa kesimpulan yang mungkin sudah pernah kutulis juga di postingan sebelumnya.
Yang pertama, ketika ada satu hal yang tidak diinginkan terjadi, yang paling sedih pasti yang mengalaminya. Jadi ketika kita tidak berada di posisi orang yang mengalaminya, kita bisa coba untuk lebih memahami orang tersebut.
Kedua, how we act or react conclude who we are. Mau marah, mau kesal, mau panik, mau menyesal, mau tenang, mau menerima, cara kita bereaksi terhadap sesuatu menunjukkan kita sebenarnya. Awalnya agak shock dan susah menerima, tapi lama-lama ya sudah pasrah saja.
Ketiga, selalu ada possibility yang terjadi itu di luar yang kita ekspektasikan atau rencanakan, yang mana begitulah kehidupan. Jadi ya siap-siaplah setiap saat.
Begitulah cerita darderdor hari ini. Akan jadi pelajaran yang diingat sepanjang masa :))
Have a good weekend.
Cheers,
Em 🙆