even at the lowest point, you are the one who never leave your side
-not too good quote-
Beberapa waktu lalu seperti yang sudah saya sampaikan di postingan sebelumnya, saya baru saja menyelesaikan ujian akhir dalam studi saya. Kurang lebih seminggu sebelum ujian tersebut saya cukup khawatir dan takut, takut kalau tidak bisa jawab, takut kalau gagal, takut kalau tidak lulus, banyaklah pokoknya. Tapi ternyata ketika ujiannya berlangsung, saya bisa melaluinya dengan cukup baik.
Pun kemarin baru saja saya mendapatkan vaksin covid. Sebelum vaksin cukup banyak yang saya pikirkan. Bagaimana ya kalau nanti sakit setelah vaksin, nanti demam ga bisa beraktivitas siapa yang mau mengurusi, bagaimana kalau ada komplikasi, bagaimana kalau setiba di tempat vaksin nya ternyata saya ditolak karena alasan ini dan itu. Tapi ternyata pas vaksin baik-baik saja, tidak ada efek samping apa-apa. Nyeri dikit tapi ya okelah masih bisa jungkir balik hahhahaa
You never fail me.
You adalah saya dan me juga adalah saya. Hehehehe. You must think that you should stop reading nonsense stuff like this hahahaa 😅
Dalam hal ini, saya cuma mau bilang kalau kadang-kadang kita meragukan diri kita sendiri, padahal sebenarnya kita bisa kok. Bahkan di saat kita meragukan diri kita sendiri, diri kita sendiri tetap berusaha melakukan yang terbaik supaya tidak mengecewakan.
Agak aneh.
Memang.
Mungkin.
Tapi coba kita pikir-pikir, pasti kita seringkali seperti ini, kalah sebelum bertarung, mundur sebelum mencoba. Padahal di satu sisi kita tau kalau kita pasti bisa, tapi tetap saja kita ragu. Hmmm..
Namun, tidak bisa dipungkiri juga, kekhawatiran-kekhawatiran kecil memang diperlukan untuk membuat kita tetap siaga dan tetap memijak kaki. Yang perlu dihindari adalah kekhawatiran yang berlebihan. Takarannya seperti apa? Kita sendiri yang tau.
So, mungkin tidak ada salahnya kita mengucapkan terima kasih ke diri kita sendiri untuk hal-hal yang mungkin kita pikir akan sulit kita lewati, tapi ternyata bisa dilewati dengan baik. Mengapresiasi diri sendiri pun ada baiknya, tetap dalam kadar yang pas dan sesuai, sebagai tanda syukur dan terima kasih karena meskipun di satu sisi kita ragu, tapi di sisi lain kita berusaha sekeras mungkin untuk bisa berhasil. And, we made it. Congratulations :)
Trus, trus, bagaimana kalau kita gagal?
Tetap, terima kasih karena sudah berusaha. Di sisi lain, hidup tidak selamanya berhasil terus. Kadang menang kadang kalah, kadang di atas kadang di bawah. It's okay. Maafkanlah. At the end of the day, you have tried. At least, you didnt fail yourself for not trying, which is sometimes enough. Berdamailah dan berterima kasih lah :)
See you at [empat puluh empat]
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment