Sunday, 20 June 2021

[empat puluh dua] another step (1)

tidak akan pernah ada kata cukup untuk hal-hal yang bisa kita sombongkan, tapi akan selalu ada kata cukup untuk hal-hal yang ingin kita syukuri

-got from somewhere-

 

Hello everyone, glad to post something again, after quite a long time

Hope y'all safe and well

So this is a kind of appreciation post...

Really grateful to be able to achieve another milestone in life and I would like to sincerely thank everyone who has helped me during all this time. Those people who keep supporting and encouraging me through this journey. This is absolutely not a work of one as it will never be a work of only one. I owe tons of thanks to all of you. You know who you are. 

So, I just would say I don't have any words to describe how grateful I am, just it. Too cheesy, maybe, but yaah who cares wwkwkwkwk

Jadi begitu teman-teman yah hahhahaa sangat bersyukuuuuuur sekaliiii sudah sampai ke tahap ini. Tapi selain itu, ada sebuah refleksi juga yang muncul di pikiran ini. Singkat cerita, dua hari yang lalu saya sudah menyelesaikan ujian tesis saya dan dinyatakan lulus dengan gelar yang baru. Kemudian, banyak teman-teman memberi ucapan selamat. Sebuah hal yang wajar dan sangat sangat saya syukuri atas apresiasi yang diberikan tersebut (even it feels like too much for me wkwkw too much dalam arti sangat terhura begitu huhuuu). 

The condition is...

Jadi, orang-orang banyak memberi selamat dengan kata-kata 'well done, you did great, well deserved' dan kata-kata selamat lainnya. Sebagai orang yang tidak tau merespons hal-hal demikian, saya tentu jawab dengan 'thank you'. Tapi, seringkali dalam hati saya berkata kalau 'ah ini belum apa-apa banyak orang yang lebih bagus dari ini' to get my feet on the ground. 

Don't get me wrong, please, I try to bring this in the most suitable phrases hahaaa

Maksudnya adalah banyak sekali hal yang muncul dalam pikiran saya ketika saya mendapat ucapan demikian atau katakanlah (dalam tanda kutip) dipuji. Di satu sisi, saya senang dan bersyukur dengan apresiasi dari apa yang saya kerjakan. Tapi di sisi lain, ketika saya memilih merespon (dalam hati) dengan 'iya sih tapi ini belum ada apa-apanya orang lain masih banyak yang lebih baik dari ini'. Terus saya jadi mikir kok saya seperti orang yang tidak puas atau tidak bersyukur yah? Apa memang begitukah atau bagaimana kah seharusnya? Tapi saya jadi berpikir lagi tapi kan respon saya begitu supaya saya tidak takabur dan tidak berhenti begitu untuk berusaha, biar tetap jadi motivasi bahwa oh masih ada loh yang di depan situ yang bisa dicapai yang lebih baik yang lebih bisa bermanfaat. Karena kalau hanya menerima mentah-mentah 'well done, well deserved' itu kayaknya apa ya seperti ya sudah, ini sudah didapat, selesai. 

Hope you got what I mean,

Hingga ketika berpikir dan berpikir, kayaknya memang dua-dua nya perlu, sama seperti kalimat di awal sekali dari postingan ini. Kalau kita mau melihat kata 'cukup', as in the 'well done, well deserved', untuk menjadikan kita sombong dan berhenti, saya rasa tidak pernah ada kata 'cukup'. Dengan kata lain, di atas langit masih ada langit, apa sih yang mau disombongkan. Tetapi sebaliknya, kalau kita mau melihat kata 'cukup' untuk menjadikan kita bersyukur dengan apa yang kita dapatkan, maka selalu ada kata 'cukup', sekurang apapun itu, pasti ada kata 'cukup' untuk kita bisa bersyukur. Tidak muluk-muluk.

Jadi, kesimpulannya, saya banyak belajar dari apa yang sudah saya jalani sejauh ini. Khususnya untuk studi selama 2 tahun ini, semua adalah proses. Milestone ini pun hanyalah bagian dari proses. Cukup untuk disyukuri dan direnungi dengan sederhana. Ibarat sebuah perjalanan, ini hanyalah sebuah lampu merah, boleh beristirahat sebentar, melihat-lihat sekitar untuk sementara waktu. Tapi ketika lampunya sudah hijau maka life must still go on karena perjalanan di depan sana masih panjang. So, after all these things, I will personally take this as a part of process, a part of life journey, always.

Merasa cukup dengan yang diperoleh saat ini untuk disyukuri tapi bukan untuk berhenti karena pastinya di depan sana banyak hal yang bisa dicapai yang tentunya untuk kebaikan.

So, to end this post, saya terima kasih kepada semuanya, tidak pernah cukup kata terima kasih saya untuk semua yang sudah saya terima sejauh ini, tapi saya bersyukur banyak sekali orang-orang baik yang sudah mau membantu dan menolong dan mendukung sampai sekarang ini. Semoga kebaikan akan kembali kepada teman-teman semua di waktu dan kondisi yang tepat dan mendukung. 

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

I think there will be another part with the same title :)

Anyway this post has nothing to do with you who read this or anyone else. This is just simply a reminder for myself. This is a bad-written post I guess hahahaa. Just a bit if I want to reflect on several things.

Alright, me signing out, 

Sampai ketemu di [empat puluh tiga],

Cheers,

Em 🙆 

No comments:

Post a Comment