virtue is its own reward
-Marcus Tullius Cicero-
Halohalohalo semuanya! :)
Ini tidak akan panjang gais kayaknya, tapi sepertinya akan sedikit tajam hahahaa
Beberapa waktu yang lalu saya sempat berpikir tentang balas budi. Bukan Budi dalam buku pelajaran bahasa Indonesia yaa (krik krik wkwkwk). Anyway, kata orang tua kita, jadi orang harus tau balas budi. Ada juga yang mengatakan utang budi dibawa mati. Nah, utang budi itu apa? Kenapa utang budi menjadi sangat berharga dan tak ternilai harganya? Kalau menurut hemat saya, karena budi atau jasa itu nilainya tidak bisa dibandingkan dengan materi. Ketika ada seseorang meminjamkan kita uang 1 juta rupiah di saat kita sedang susah-susahnya membutuhkan uang, maka mungkin suatu hari kita bisa membayar kembali uang senilai 1 juta rupiah bahkan beserta bunganya. Tetapi, yang tidak bisa kita balas adalah niat baik orang tersebut yang sudah mau menyisihkan uangnya untuk membantu kita. Niat itu yang menjadi tak ternilai harganya dan mungkin karena itulah dikatakan bahwa utang budi dibawa mati.
Lalu, saya menjadi berpikir bahwa, jika seseorang berbuat kebaikan kepada orang lain 'hanya' karena ingin balas budi, hmmm bagaimana ya? Hingga pernah terbesit bahwa kalau memang melakukan kebaikan 'hanya' karena ingin balas budi maka sebaiknya tidak usah dilakukan.
Eits, tapi, saya pun terus berpikir dan berpikir.
Sebenarnya, apapun motifnya, berbuat baik adalah berbuat baik, kebaikan tetaplah kebaikan. Tetapi menurut saya alangkah lebih baiknya jika ketika kita berbuat baik tidak 'hanya' karena 'sebatas' ingin balas budi. Satu pertanyaan, jika orang tersebut tidak punya budi kepada kita (tidak pernah menolong kita, dsb), akankah kita tetap berbuat baik atau menolong orang tersebut saat dia susah? Silahkan dijawab sendiri. Tapi, maksud saya intinya ada di sini, seharusnya ada budi atau tidak ada budi, kita tetap bisa berbuat baik, gitu loh wkwkwk. Disclaimer sedikit, ini bukan bermaksud mengajar, menggurui, menyinggung, dan lain sebagainya. Ini cuma akan menjadi pengingat untuk saya, siapatau suatu hari pikiran saya berubah atau ada hal lain yang mengusik, mungkin saya bisa kembali membaca ini dan berpikir dan merenung kembali.
Other than that, let me have some words here, and then I will leave it to you, guys :)
Being good is not a transaction. You cannot make it as an excuse to expect people to do the same way as you do to them. It does not necessarily mean that when you do good to someone, then you have to get that 'good' back either from the same person or from other people. It is not how it works. It is a transaction, not a virtue. Being good is just good, just it is. Being good means you are able to train yourself to let go of the things that are not meant to be for you. In this case, letting go means that even if you don't get that 'good' back, it doesn't matter because it is not meant to be yours. When you do good and you have a bad day, that's not a problem anymore because you do good not because you want to have a good day. You do good just because you just want to be a good person. So, if you have a bad day after doing something good, you will know and realise and have a good understanding that it has nothing to do with the good deed you did before and you will stop thinking that it is not fair because of the bad things after doing something good.
Being good is not that I have to be paid back for what I did. However, karma does exist. You don't have to ask for good things after you do good because one day it will automatically come to you even if you don't wish. That also happens with bad things. You harvest what you sow. That's why you don't have to expect to get something because the expectation will ruin all your good deeds. It is not pure anymore.
Berbuat baik tidak mengharap, tidak meminta, tidak menuntut, pun tidak membayar. Berbuat baiklah karena, pertama, orang tersebut membutuhkan bantuan, kedua, kesadaran sendiri bahwa menjadi baik itu baik, menjadi baik itu membuat kita bahagia, kebaikan memberikan kebahagian di level yang berbeda.
Mungkin begitulah kira-kira guys, sekali lagi ini hanya opini pribadi saja, hanya bermaksud menulis keresahan pribadi. Semoga berkenan.
Stay good :)
Sampai ketemu di [tiga puluh empat]
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment