apa yang tidak kita lihat atau tidak kita tahu, belum tentu tidak ada
saya aja, 2020 wkwkw
The ceiling has fallen, 4 September 2020
Sebuah fenomena langka yang menurut saya harus saya ingat baik-baik hahahaaa. Seumur-umur belum pernah saya mengalami hal yang demikian, plafon kamar yang tiba-tiba runtuh. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu, tetangga saya, saat itu hujan dan angin memang sedang kencang-kencangnya, lalu tiba-tiba atapnya jeblok, jatuh. Mungkin saat itu dia juga merasakan yang saya rasakan hahhahaaa. Dari situ, kemudian saya jadi berpikir.
Pertama, siap tidak siap, kita harus selalu siap dengan semua kemungkinan yang terjadi. Bukan cuma plafon runtuh, rejeki runtuh pun harus siap wkwkwk. Setiap malam saya tidur menghadap plafon itu, tapi tidak pernah saya berpikir kalau plafonnya bakal jeblok hahhaa. Banyak hal yang terjadi di hidup kita yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Dan, itu wajar-wajar saja. Kita saja yang kadang-kadang kaget terlalu lama untuk hal-hal yang sebenarnya kita sudah tau. Tidak ada yang bisa diprediksi secara pasti, bukan?
Kemudian, terlepas dari plafon runtuh itu, yang sempat saya pikirkan belakangan adalah sama seperti yang saya kutip di bagian awal, apa yang tidak kita lihat atau tidak kita tahu, belum tentu tidak ada. Belum tentu ketika saya tidak pernah menemui atau mengalami sesuatu bukan berarti hal tersebut tidak ada.
Sebuah frasa 'masa sih' dalam sebuah pertanyaan semestinya selalu mendapatkan jawaban 'ya'. Entah hanya saya, atau mungkin banyak orang sering berpikir misalnya 'masa sih ada orang yang bisa kepikiran plafon di atasnya akan runtuh?' atau 'masa sih ada orang yang tidak punya idola?' atau 'masa sih ada orang yang tidak pernah berpikiran buruk tentang orang lain?' atau 'masa sih ada orang yang tidak pernah marah?' atau juga 'masa sih ada orang yang tidak pernah pikirkan dirinya sendiri?'. Setelah dipikir-pikir, entah benar atau tidak hahaa, tapi saya rasa jawabannya ya bisa jadi ada. Kalau selama ini saya selalu bertemu orang yang suka marah bukan berarti semua orang di dunia ini suka marah. Dunia ini tidak sesempit apa yang kita kira. Dunia ini terlalu luas dengan terlalu banyak jenis-jenis manusia yang hidup di dalamnya, belum lagi makhluk lain wkwkkw
Makanya, kita tidak boleh cepat menarik kesimpulan hanya dengan melihat dari satu sisi. Semua kemungkinan bisa terjadi, tapi kita tentu harus siap dan tau bahwa kemungkinan itu ada. Terlalu sederhana jika kita hanya sependapat dan meyakini apa yang ada dalam pikiran kita, padahal di luar sana ada begitu banyak hal yang tidak kita pikirkan atau bayangkan sebelumnya.
Kali ini saya menulisnya singkat, tapi coba jika teman-teman sempat membaca ini, coba dilihat kembali apakah kita sering demikian, berkesimpulan sesuai apa yang kita lihat dan tau.
Selalu siaga.
Salam sehat selalu.
Sampai ketemu di [tiga puluh tiga]
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment