A grandmother is a little bit parent, a little bit teacher, and a little bit best friend
Sunday, 16 February 2025
[sembilan puluh satu] a love letter for grandma
Thursday, 6 February 2025
[sembilan puluh] time for griefing
grief is the price we pay for love
- Queen Elizabeth -
Sebuah potongan kalimat yang sangat dalam dan indah sekali dari Ratu Elizabeth, mengingatkan kita (re: saya) kalau grief (berduka) itu adalah konsekuensi dari love (cinta/sayang). Kalau kita menyayangi atau mencintai sesuatu maka yakinlah suatu hari kita pasti akan berduka karena hal itu, tentu, saat hilang atau lepas dari kita.
Last week, I just lost my grandma, my last grannys. Secara total, untuk keluarga dekat, ini yang keempat kalinya kehilangan keluarga terdekat. Selalu ada hal yang saya "temukan" di setiap kehilangan ini.
Kali ini, entah sebelumnya sudah menyadari atau belum, I really feel that griefing is really hard, man.
Not how to go through it, tapi ketika kita kehilangan, kita tuh tidak punya waktu untuk benar-benar berduka, merasakan oh saya kehilangan orang terdekat saya.
Lahir dan besar di tengah-tengah tradisi keluarga yang masih kental (bukan hanya Chinese tradition, tapi tradisi orang Indonesia juga), banyak hal yang harus dilakukan ketika kita sedang berduka. Hal teknis, technical things, that make you have no time to grief, at that very moment.
Saya betul-betul melihat dan merasa, orang yang mungkin belum benar-benar mencerna rasa kehilangannya, tidurnya kurang, makannya tidak teratur, tapi sudah harus mengurus banyak hal. Mengurus pemakaman, mengurus printilan-printilan upacara yang harus dilakukan, menghadapi tamu-tamu yang datang, menceritakan kejadian yang terjadi, memikirkan teknis lainnya yang harus dilakukan saat itu. Memikirkan diri sendiri malah mungkin tidak sempat.
Hal-hal itu bukan hal yang buruk. Tapi betul-betul membuat saya merasa it's not easy, it's damn hard. You need to be very dewasa dan bijaksana untuk bertindak di kondisi seperti itu.
Hal yang sulit adalah bagaimana membuat suatu hal tidak menjadi hanya seperti formalitas. Melakukan upacara ini dan itu, tapi tidak sempat benar-benar merenung dan mendoakan orang terdekat kita yang pergi.
Griefing needs time and loneliness, as you'll need time to think, to pray, to reflect on every thing. Dan, kadang-kadang saya jadi melihat bahwa susah sekali kita mendapatkan waktu untuk bisa merasakan kedukaan itu. Tapi ya mungkin itulah tantangannya juga hehee
Intinya, (saya kasih keluar dulu logatku wkwkw), saya kayak berpikir ji, karena sibuk sekali ini urus ini itu khususnya kalau banyak mi tamu datang, kayak ndak bisa mki berpikir dengan baik, ndak bisa ki benar-benar mencerna oh ini rasa duka yang kurasa karena pergi mi orang yang kita sayangi. Tapi, bukan juga saya bilang kalau tamu-tamu yang datang melayat itu ndak boleh, cuma menurutku ini sebuah fenomena yang unik saja. Bahwa, manusia-manusia super itu keluarga yang berduka, yang bisa na atur sedemikian rupa dirinya, emosinya, isi kepalanya untuk tetap berfungsi di keadaan yang pasti tidak bisa ki berfungsi maksimal. Jadi, kalau kita yang berduka, kita harus paham ini, dan kalau kita punya kenalan yang berduka, hargailah itu, karena manusia super itu mereka.
Anyhow, for me personally, griefing is important, doesn't mean to attach to something that's already gone, but to move forward and to live your must-go-on-life better. By griefing, we don't deny the feeling, we hug the feeling and go through it.
Itu saja celotehan hari ini, cuma mau berceloteh saja hehee
Sampai ketemu di [sembilan puluh satu]
Cheers,
Em 🙆
[delapan puluh sembilan] happiest birthday makk
Happy sixty two mom!
Bulan Februari, bulannya geng aquarius wkwk. Di rumah, ada 2 manusia yang lahir di bulan Februari ini, so dari kecil, bulan Februari adalah bulan yang "noticeable". Yap, dua manusia itu adalah emak saya dan bos saya (tapi bukan big boss hahhaa).
Anyway, for my mom, it's today! Happy birthday mamakkk, if you were still here, you would be 62 wkwkwk sungguh tak terasa waktu berjalan hmmm tidak cepat namun tidak juga lambat. And that means, sudah 14 tahun juga ucapan ulang tahun ini tidak tersampaikan.
Sama seperti "perayaan" lainnya, ulang tahun is not really a special celebration, but surely for me, it's still special, not about the celebration, but about the day itself. The special day for your special ones.
For this year, I would like to extend my heartfelt greetings through this post.
Happiest birthday ya makk, I dont really remember celebrating your birthdayy, huff, sorry since at that time I still didnt have any capacity (read: money) to make a special celebration hehehe
Time goes mom. I have no idea whether you know this matter.
My main issue is still the same, I think that maybe around 3 or 4 posts of mine were talking about this problem. I have no idea where to find the answers of some questions running around my head day by day, from one question to another, sometimes go to another one, and sometimes going back to the previous one, while on the other side, I thought it might be a whole different story if you're still here. Again, this doesn't solve anything, yet I still need to think it myself. Sad story it is.
Putting those aside, many great things happen too!
The main highlight is your grandchild, she is totally amazing hahahhaa you'll be amazed that she can do so many things already wkwkwk
Life goes on mom. At this moment, not feeling really good. But, this too shall pass (nod).
My wish since then is the same. Wish you have a better life there, a happy one. All the best.
Miss you lots 💛
[see ya, at sembilan puluh]
Sunday, 12 January 2025
[delapan puluh delapan] just how we get used to
hidup adalah proses pembiasaan diri karena hidup tidak pernah lepas dari perubahan
Selamat tahun baru yorobunnn wkwkkw
It took 12 days to post this one hehehe
This thought comes when I think about changes that need to be done. Sejak kita masih kecil, kemudian mulai sekolah SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, nikah dan seterusnya, itu semua proses kehidupan yang mengalami perubahan dari masa ke masa.
Waktu kecil, kita selalu didampingi orang tua, diajar jalan, diajar makan, diajar semua hal-hal baru. Kemudian waktu masuk sekolah, kita punya teman, kita belajar berbagi dengan teman, belajar membentuk kelompok, belajar pertemanan itu apa, persahabatan itu apa, bahkan perselisihan itu apa. Kita mengalami proses perubahan dari yang circle kita hanya orang tua dan keluarga, kemudian mulai bertambah orang-orang asing ini masuk dan menjadi dekat. Dari kita pun tentu melakukan penyesuaian, dari apa yang biasanya kita simpan sendiri, kita mulai belajar terbuka dengan orang lain, mulai menceritakan apa yang kita pikirkan dan rasakan.
Kemudian, ketika semakin dewasa, kita mulai belajar untuk independen, adulting process, mengurus diri sendiri, mengurus orang rumah, mengurus adik, mengurus orang tua, memikirkan masa depan. Terbiasa mengusahakan semua sendiri.
Ketika kita memiliki pasangan, kita kembali belajar untuk berbagi, belajar untuk bersandar. Bahwa ada orang lain yang bisa kita andalkan, yang bisa kita bagikan berbagai cerita dan pemikiran kita.
Ketika (nantinya) punya anak (kalau sekarang belum punya), kita harus belajar juga, membagi kasih sayang, membagi waktu ke makhluk kecil yang sudah pasti sangat kita sayangi. Mungkin jungkir balik, tapi namanya juga belajar.
Jangan salah, perubahan dari independen menjadi dependen sama susahnya seperti dari dependen menjadi independen. Kadang-kadang ada unsur ego nya, dimana kita sudah terbiasa melakukan hal-hal sendirian, kemudian berganti menjadi kita harus menggantungkan hal itu pada orang lain (yang sebenarnya memang bisa diandalkan, dan tidak ada salahnya juga), namun, kadang-kadang harus diakui itu adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu untuk menjadi terbiasa.
Jadi, menurut saya, semua nya itu proses pembiasaan dan pembelajaran dari satu tahapan ke tahapan yang lain. Dan untuk memasuki tahapan baru, kita harus menyiapkan diri, mungkin melepas hal-hal yang dulu kita genggam erat-erat, ataupun mulai meraup apa-apa yang dibutuhkan untuk tahap baru ini. Semua pembelajaran pasti bisa kita lewati dengan ikhlas selama kita tau tujuan mana yang kita ingin capai.
Sama seperti waktu TK kita hanya boleh pakai pensil, kemudian ketika SD sudah boleh pakai bolpen. Dari yang terbiasa menulis salah bisa dihapus, sekarang dengan bolpen harus lebih hati-hati. Dari yang menulis pakai pensil agak buram, sekarang pakai bolpen yang terang dan jelas. Kira-kira begitulah ya, maaf agak berantakan, tapi mungkin ini tidak sesederhana pensil dan bolpen hehe.
Sampai ketemu di [delapan puluh sembilan]
Cheers,
Em 🙆
Sunday, 22 December 2024
[delapan puluh tujuh] this is a must-needed post hehe
22 December : Mother's Day
Holaaa, menyambung ketermalasan untuk memposting, maka hari ini adalah hari yang menurut saya kudu wajib mempost sesuatu. Yes, it's Mother's Day!
On this day, wanna say Happy Mother's Day buat mamak saya yang ada di sanaa, semoga terlahir di alam bahagia :)
After all these years, some thoughts always come to my mind.
Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin saat itu kerana masih bocil, so I don't have any capacity or any knowledge to talk about something that now I think I might talk about with her.
It's like semuanya.
Contoh kecil misalnya apa sih rasanya ketika pergi kondangan keluarga jauh yang tidak terlalu dikenal, tapi karena harus pergi untuk mewakili dan karena diundang? atau pas imlek begitu? As a note that kondangan is not my dad thing, so kondangan and kunjungan keluarga is for mamak dan bocil hehe.
Or how does it feel not to have had any rest all day? As she almost never had a nap in the middle of the day, woke up early morning, although sleep in a normal hour (belum lagi kalo awak bikin keributan dengan cerita-cerita ndak jelas atau minta kipas heuu).
Or simply, why do you sometimes get angry so easily? Or what do you actually feel at some moments (ketika klo saya liat raut muka atau sikapnya sedang berbeda)? Or simply, what's going on your mind?
I don't really remember to have that kind of convo, though (udah bermirror-mirror :")
Ya, intinya begitulah, I really wish I had that opportunity. However, some questions may be questions forever.
Thank you for being such a great mom until the end.
I really wish I could be like you one day :)
Selamat hari mamak, miss you lots
Selamat hari mamak-mamak untuk semua mamak dimanapun, you do great all the times :)
Sampai ketemu di [delapan puluh delapan]
Cheers,
Em 🙆
Thursday, 21 November 2024
[delapan puluh enam] the favor of being an aunt
Mengsedihhh karenaaa browser web ku sudah lupa dengan laman blogger ku hahaha padahal dulu setiap ngetik blogger langsung muncul lamannya, apa artinya? artinya saya malas hahhaa dua sih, malas dan dak sempat huhuuu however, artinya ada kesibukan jdi bersyukurlah wkwkkkw
anywayyy, it's been 5 months tidak post, jadi hari ini mari kita post supaya ada juga sedikit-sedikit sebelum akhir tahun hehhee
kali ini mau posting yang super duper singkat sajaa wkwkwk sedang belum punya ide dan belum mengulik lagii
22.11 used to be a normal date, seperti tanggal pada umumnya, nothing special. Tapi, 3 tahun yang lalu, jadi sedikit berbeda karena tanggal ini ditunggu-tunggu. Hari ulang tahun nya anak kicik which is my niece. Punya ponakan itu salah satu pengalaman hidup yang paling menyenangkan sebenarnya. Ada orang yang hubungan kekerabatan/hubungan darahnya sangat dekat dengan diri kita sendiri. Somehow, it's special.
Kemudian, beberapa waktu lalu menemukan sebuah postingan di instagram yang tertulis seperti ini "being an aunt is loving a tiny human that isn't yours with all your heart", and this is amazingly true. Sepertinya memang agak lucu rasanya, ponakan itu bukan anak kita, tapi level kedekatannya itu paling dekat setelah anak sendiri (iya dak sih?). Jadi, bisa dibayangkan kalau belum punya anak sendiri, ponakan itu sudah seperti anak kita sendiri, so it's really close. Sebuah relasi yang unik kalau dipikir-pikir wkkwkkw
Buat semua bibi-bibi dan paman-paman di luar sana, you know how it feels to be an uncle or an aunt, so continue loving your nephew/niece because I know you do hehehehe create memories, and be the one for them to rely on besides their parents because you know not everyone has the chance to be that person.
Udah ya, jadi mau bilang selamat ulang tahun (besok) buat ponakan sayaaa, grow great and kind! 💗
*akan lebih berpikir lagi untuk postingan berikutnya hehee
See you at [delapan puluh tujuh]
Cheers,
Em 🙆
Sunday, 30 June 2024
[delapan puluh lima] kita di setiap cerita
it is still questioned, who are we in someone else's story?
I am backk, beneran ya bulan Mei itu rasanya lama banget, krna sekarang masih bulan Juni tapi rasanya udah kayak 3 bulan gak ngepost padahal bulan Mei sempat ngepost wkwkkw
Lately, have been thinking about this, no matter what you do, you'll always be someone in someone else's story. Kayaknya dulu pernah dengar, entah kata siapa, kita tuh punya peran di cerita orang lain, dalam hal ini tuh peran bisa baik dan buruk dan di cerita orang lain maksudnya di pandangan atau pikiran orang lain. Kita bisa saja jadi peri baik hati di cerita hidup orang lain, namun kita bisa juga jadi iblis jahat di cerita hidup orang lain, who knows.
Bisa jadi, mungkin apa yang kita rasa kita lakukan ini hal yang baik, tapi bisa saja gara-gara hal yang kita lakukan tersebut, orang tidak suka kepada kita, atau orang melihat itu sebagai hal yang buruk.
Tapi kan, bukankah sesuatu yang baik dan buruk itu absolut?
Bisa jadi demikian, tapi bisa jadi juga tidak.
Tapi ini bukan masalah baik dan buruk, tapi lebih ke kita tidak bisa mengatur pandangan orang terhadap kita. As simple as we can't please everyone. Kita tidak punya kontrol terhadap pikiran orang lain. Hidup terlalu rumit untuk memikirkan pikiran orang lain, di lain sisi pikiran kita sendiri masih susah untuk diselami.
Sampai ketemu di [delapan puluh enam]
Cheers,
the one who is trying to find a lesson in this part of story
Em🙆
Sunday, 5 May 2024
[delapan puluh empat] the last of part two
every day is the youngest you'll ever be..
Baru saja merewind ternyata menulis di setiap hari ulang tahun sudah sejak 2020 wkkwkw this will be the fifth one hehehe
Yap buat saudara-saudara kelahiran middle late 90s, sekarang pasti sudah memasuki usia late 20s hahahaha and for me, this one will be the last wkwkwk (welcome kepala 3 next year). However, people said that age is just a number, which could be true. Umur hanya lah angka, dan memang yang jauh lebih penting adalah how you live your life until that age.
Waktu terus berjalan dan kayak wah udah segini aja nih, udah dapat apa, udah sampe mana, mana yang belum, mana yang mau dicapai and all those questions
Being an adult might be difficult because things become more complicated. You have only had two hands since you were a baby, but now those two hands handle more things.
Tapi seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuan, kitapun juga pasti semakin belajar. Saya masih yakin kalau esensi hidup adalah pembelajaran. Selalu belajar biar jadi orang yang lebih baik.
Cuma mau mengucapkan terima kasih dan bersyukur sudah sampai di tahap yang sekarang, banyak orang-orang baik yang selalu membantu.
Semoga tidak lupa untuk selalu belajar dan berlatih, perjalanan masih panjang (mungkin juga tidak, nobody knows), tapi selama masih ada waktunya selama itu juga usahanya harus terus dilakukan.
Huge thanks for everyone, really means a lot
Happy birthday to me, be wiser every single day :)
See you at [delapan puluh lima]
Cheers,
Em🙆
enjoying the last part two :"