Di postingan ini saya mau cerita sedikit saja,
Kalau teman-teman yang kebetulan membaca ini merasa dirinya "terlabel" dengan istilah introvert, mungkin akan relate. Ya, orang-orang introvert cenderung lebih mudah kehabisan energi ketika berada di tempat-tempat yang ramai. Sehingga, mereka berusaha untuk menghindari tempat ramai tersebut. Alasannya bermacam-macam, ada yang bikin pusing, ada yang bingung harus ngapain kalau ramai, merasa dilihat oleh orang-orang dan lain sebagainya.
Sayapun mengalami hal yang demikian.
Karena pekerjaan sehari-hari saya di office, duduk depan laptop selama berjam-jam, maka frekuensi bergerak itu sangat sedikit. Lalu, teman saya mengajak saya untuk mendaftar ke gym. Sebagai orang yang introvert ini, saya selalu berusaha menghindari. Tidak berminat. Malas ke tempat ramai, nanti dilihat orang, nanti kikuk ga tau mau ngapain, nanti mau pakai alat tapi orang lagi pakai males nunggu. Combo introvert dan gak enakan.
Hingga tibalah bulan ini, saya mulai berpikir dan berpikir, lalu memutuskan ayo deh coba aja daftar. Gak apa-apa mungkin jangka pendek, asal terbentuk dulu habitnya.
Lalu ada hari di mana saya berangkat sendiri ke tempat gym (biasanya bareng teman). Suasana nya pagi itu memang tidak terlalu ramai. Kemudian, ada pemikiran yang muncul di benak saya.
Saya yang belum siap dengan keramaian ini.
Tidak ada yang salah dengan gym ini. Namanya tempat umum ya pasti ramai.
Sekilas, mungkin point of view ini tidak terlihat berbeda. Tapi bagi saya ini cukup memberikan pov yang baru. Saya juga bingung menjelaskannya hahhaaa
Tapi, pastinya sebelumnya, saya melihat gym itu sebagai tempat yang tidak akan saya kunjungi. Ada rasa tidak suka, menghindar, menolak. Tapi, ketika pov nya diubah, saya lah yang belum siap. Rasanya seperti lebih lunak. Bukan juga berarti saya tiba-tiba jadi suka dengan keadaan ramai, tentu tidak demikian hahhaaa. Tapi, setidaknya, rasa penolakan itu sudah jauh lebih redup. Jadi, kayak ya udah tempat ini mungkin memang ramai, ya cari aja waktu yang tidak ramai. Tidak perlu ada rasa enggan. Bingung sih ngejelasinnya tapi begitulah.
Mungkin selama ini saya cukup terkungkung dengan pov itu, melihat sesuatu yang tidak saya senangi sebagai penolakan. (Tidak secara langsung), tapi rasanya kayak tempat itu yang salah. Kesannya seperti itu. Padahal, mungkin saya sih yang belum siap dengan kondisi itu, tidak apaa-apa, kita embrace.
Begitu saja lah ya hahahahaa
This note mungkin sulit dipahami, tapi ya buat saya dulu sajalah biar ingat wkkwkw
Sampai jumpa di [seratus dua belas],
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment