Friday, 20 March 2020

[sembilan belas] Semua Hanya Sebatas Rencana

Man proposes, God disposes
Halo semua, bagaimana kabar teman-teman di tengah situasi yang tidak pasti ini?
Semoga semua selalu dalam keadaan sehat ya, jangan lupa jaga kebersihan, di rumah aja jika tidak ada sesuatu yang mendesak untuk keluar rumah. Anda, kita mungkin kuat melawan virus, tapi keluarga, orang-orang disekitar kita belum tentu. So, prevention is way better than cure.

Jadi, saat ini dunia sedang digemparkan dengan penyebaran virus Corona (COVID-19), sebenarnya sejak akhir Desember 2019 ya, tapi saat ini sudah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemik global, which means sesuatu yang serius yang dihadapi oleh hampir semua negara di dunia. So, stay safe everyone, we shall get through this together, this too shall pass.

Anyway, I'm not gonna talk about corona, tapi sesuai judul di atas, kali ini bakal ngebahas tentang rencana. Dalam hidup ini, ada sesuatu yang berjalan sesuai rencana, ada pula yang tidak, sama sekali bertolak belakang ataupun agak menyeleweng sedikit dari apa yang sudah direncanakan hehheee

Personally, too many things in my life happened as surprises, which means tidak sesuai rencana wkwkwk ikut lomba hasilnya gak sesuai rencana, wisuda sarjana gak sesuai rencana, masih banyak lagi lah wkwkkw nanti jadi curhat hahahaa

Mungkin sama seperti sekarang, banyak yang sudah berencana mau jalan-jalan ke sini, mau bikin event ini, mau ikut konser itu, tapi karena masalah virus corona ini, maka semua batal. Akhirnya stay at home aja wkwkwk 

Pertanyaannya, are we okay with that? Bagaimana cara kita melihat sesuatu yang tidak berjalan sesuai apa yang sudah direncanakan?

If you ask me, I'll answer 'pasrah aja' wkwk
Kalau kata orang Makassar 'mau mi diapa' hahaha

I am that kind of pasrah person, really (sungguh tak solutif ya hahaa)

Okay, the thing is how to deal with the unplanned situation.
Sebenernya ini rada-rada mirip dengan ekspektasi sih, karena saat kita berencana ya pastinya kita berharap it comes to real.

First thing first, harus bisa menerima dulu. For all circumstances, acceptance is primary, yet the hardest one. Bagaimana bisa menerima? Nah, supaya kita bisa menerima, tentunya kita harus tahu dulu apa yang sedang terjadi beserta apa sebabnya. Ketika tahu pun bisa jadi belum bisa menerima, apalagi belum atau tidak tahu. Jadi, sebenarnya ketika kita tahu, logika kita lebih bisa mengolah informasi yang ujung-ujungnya kita jadi bisa menerima. Intinya kita bisa tahu alur logika berpikirnya gitu lah. Ketika kita sudah bisa menerima kita bisa jadi lebih waras lah. As this is the hardest part, jadi setelah kita sudah bisa melewati tahap ini, sisanya akan menjadi lebih mudah. Karena sepertinya, dasarnya manusia itu memang agak sulit menerima kenyataan apalagi yang tidak sesuai harapan atau rencana. So, this is the biggest task for human, yet the most important. Kita sama-sama harus belajar untuk ini gaes wkkwk

Kedua, see the positive side. Semua hal, apapun itu, pasti ada negatif dan positifnya. When things happen, it happen. Jadi ketika sesuatu sudah terjadi kita udah ga bisa mengubah yang sudah lewat. Maka dari itu, agar tidak menambah keruwetan dan meningkatkan kesyukuran, kita bisa coba melihat sisi positif dari segala sesuatu. Selalu pasti ada sisi positifnya, selalu, ingat ya se-la-lu kwkwk. Jadi, menurut saya sendiri, ketika kita bisa melihat sisi positif dari suatu hal, kita bisa lebih bersyukur, dan kadang-kadang bisa tertawa juga. Jadi kita bisa kayak mikir 'oh ternyata bisa juga ya kayak gini', 'oh ternyata asik juga ya begini'. Intinya ada yang bisa disyukuri gitu lho teman-teman wkwkwkw jadi gitu ya. Selain itu, kita juga bisa jadi lebih kreatif dan cepat tanggap ketika yang terjadi tidak sesuai rencana lho. Karena otomatis otak kita akan segera berpikir apa yang bisa kita lakukan di kondisi tersebut, iye gak wkwkwk. Oh ya, intinya adalah percaya aja bahwa ini yang terbaik meskipun tidak sesuai dengan rencana. Semua ada waktunya. So, believe in something good in recent situation.

Lanjoooot,
Ketiga adalah membuat rencana berikutnya hahhaa jadi jangan setop ya pemirsa. Semua rencana adalah pengarah. Tanpa rencana artinya tanpa arah. Kejadian atau gak kejadian itu urusan belakangan, urusan Yang Kuasa. Seperti di awal, manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Jadi, dengan yang terjadi sekarang, kita bisa mulai merencanakan apa yang akan dilakukan saat ini ataupun berikutnya. So, the show must go on, life must go on. Ketika rencana ini gak terjadi kembali ke 'first thing first' tadi ya hahaa jadi alurnya 1-2-3-repeat wkwkwkw

In general, ketika yang terjadi tidak sesuai rencana awal, ga usah sedih, ga usah merutuki kenyataan yah, ingat selalu ada yang baik, selalu ada yang positif, selalu ada yang bisa disyukuri dan diusahakan. Masih bisa hidup aja udah syukur ya kan hahhaaa. Karena begitulah hidup, kalau semua yang direncanakan terjadi kan jadinya gak seru gitu ya mirip seperti kita nonton film tapi udah spoiler, udah ketahuan endingnya. Jadinya gak seru dong. Jadi namanya hidup memang perlu surprise biar seru gitu loh wkwkwk

Oke guys, semoga bermanfaat yaa, meskipun ini bahasannya agak general, maklum masih amatiran, deeper talk mungkin akan dibuat lain kali dengan topik yang lebih spesifik mungkin (?)

Anyway, dalam kondisi sekarang ini yang tidak pasti dengan wabah virus corona yang dihadapi hampir semua negara di dunia, jangan lupa jaga kebersihan, jaga hati, jaga nurani, tetap waras, tetap stay di rumah kalau gak ada keperluan penting. Yang bisa kerja dari rumah, sebaiknya kerja dari rumah aja, di sini juga dilatih kedisiplinan dan tanggung jawab kita. Ketika ga di kantor, ga diatur oleh jam kerja, ga diawasi secara langsung sama atasan kita, apakah kita masih bisa komitmen, konsisten dan juga produktif dalam bekerja? Ask yourself. You do you. Ini tantangan untuk kita untuk menjadi satu level lebih baik, lebih disiplin, lebih responsible, lebih kreatif, lebih peka dengan sekitar (positive side dari social distancing akibat corona hehee).

Sekali lagi, sudah banyak juga yang menyuarakan di luar sana kalau ini bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Di sini kita dilatih untuk peduli, gak usah panic buying, tetap jaga rasa kemanusiaan, ingat kita ini semua manusia, jangan lupa memanusiakan manusia lainnya. Be aware, care, mindful!

Semoga kita semua senantiasa dilimpahkan kesehatan.

See ya at [dua puluh]
Cheers,
Em 🙆 

No comments:

Post a Comment