no matter how you imagine, the feelings will always be different unless you yourself experience it.
Halo lagi semua, hampir sebulan ternyata belum ngepost lagi wkwkw
Kali ini mau cerita-cerita soal penempatan diri dan empati, dimana kedua hal ini erat kaitannya dengan istilah "menempatkan diri pada sepatu orang lain". Tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, sepertinya sulit memang. Memahami kondisi atau situasi orang lain, dimana kita belum pernah merasakan atau mengalami, entah bagaimana membayangkannya, kalau kita belum merasakan langsung tetap saja akan berbeda. Kasus yang sama pun, bisa jadi rasanya berbeda, karena banyak faktor yang terlibat di dalamnya.
Sebenarnya tidak cuma sepatu sih wkwkwk makanan juga bisa, tapi sepatu mungkin yang paling sering kita dengar, jadi judulnya itu saja hahha
Menjelaskan apa yang kita rasakan kepada orang lain yang belum pernah berada pada kondisi yang sama, sama seperti menjelaskan rasa coklat kepada orang yang belum pernah memakan coklat. Seberapa deskriptif pun, tidak akan bisa benar-benar menjelaskan rasanya. Rasa manis tapi bukan manis gula. Rasa creamy tapi bukan seperti susu. Susahlah hahahhaa
Langsung mi saja ke kesimpulan nah hahahaa
Intinya yang saya pikir adalah di satu sisi, ketika ada sesuatu yang terjadi kepada orang lain di sekitar kita, berusahalah menempatkan diri pada sepatu orang itu, berusahalah sedekat mungkin merasakan kondisinya, sedekat semirip mungkin yang kita bisa. Ber-empati. Tujuannya apa? Supaya reaksi kita tidak keliru. Tidak melihat sepatu orang lusuh lalu mengungkapkan kata-kata yang kurang tepat tanpa tahu kenapa sepatu itu lusuh, tanpa tahu kenapa orang mempertahankan sepatu lusuh itu, tanpa tahu bagaimana sih rasanya memakai sepatu yang lusuh itu. Berusahalah lebih bijak. Tidak menyepelekan. Karena we've never been on their shoes. Di sisi lain, ketika kita merasakan sesuatu, dan orang lain tidak bisa memahami dengan baik. Juga pahamilah, terimalah, karena orang lain tidak pernah benar-benar bisa merasakan apa yang kita rasakan. Berdamailah. Kita tau itu dan menerima itu, sehingga hati ini bisa lebih lapang. Tidak merasa bahwa tidak ada orang yang memahami kita, tapi tau bahwa orang-orang sudah berusaha. Ketikapun ada kata-kata yang kurang menyenangkan, ingatlah mungkin mereka tidak tau. Mereka mungkin sudah berusaha and that's enough.
Demikian guysss postingan singkat ini. Sehat-sehat semuaaa.
Sampai ketemu lagi di [tujuh puluh tiga]
Cheers,
Em🙆
No comments:
Post a Comment