Saturday, 13 June 2020

[dua puluh empat] Apakah hanya mata yang melihat?

Mengapa muncul istilah 'kalau jalan pakai mata?!' atau 'matanya ditaruh dimana?!'
Apakah orang kalau berjalan matanya tertutup? Wkwkwk 
Tentu tidak bukan? Hahahaa

Ada satu pengalaman yang mungkin teman-teman juga pernah mengalami nya meskipun dalam kasus yang berbeda.
Berhubung dalam rangka COVID-19 ini, kampus saya memberlakukan sistem one way, jadi 1 pintu hanya boleh digunakan untuk keluar atau masuk. Di depan pintu sudah tertempel tanda larangan yang besar berwarna merah dan bertuliskan 'Do not enter'. Akan tetapi, entah mengapa, mungkin karena masih terbawa kebiasaan sebelumnya, saya masuk lewat pintu tersebut, lalu teman saya memberitahu bahwa saya masuk di pintu yang salah. 

Setelah itu, waktu melintas kali berikutnya saya coba perhatikan pintunya, ada kok tandanya besar sekali tertempel di sana, tapi kok saya gak ngeh ya dengan tanda itu? Hahhaaa

Lalu, saya jadi berpikir dan merasa lucu sendiri, mixed feeling, lucu, aneh, merasa bego, tapi kagum juga. 
Kenapa kagum? Kagum karena begitu hebat dan begitu cepatnya pikiran, indera, dan alam bawah sadar kita bekerja sedemikian rupa.
Kenapa merasa bego? Karena ternyata ada hal yang sering sekali hilang atau luput ketika saya melakukan sesuatu yang membuat saya menjadi bego, menjadi tidak melihat apa yang seharusnya dilihat.

Inilah yang menjadi jawaban apakah hanya mata yang melihat. Maka jawabannya adalah tentuu tidakkk. Apakah ini hal yang baru untuk teman-teman? Kalau sudah tau sebelumnya, sudahi saja membacanya wkwkkwk mungkin kita sudah tau cuma kurang ngeh aja, kurang sadar gituu.

Jadi, selain mata, kita butuh perhatian, bahasa daerahnya awareness huehehee, jadi mesti waspada gitu lho. Contoh tadi waktu salah masuk pintu itu, mungkin perhatian saya lagi gak di situ, pikirannya lagi kemana-mana, ditambah lagi alam bawah sadar yang sudah menjadi kebiasaan masuk dan keluar lewat pintu itu, maka ketika ada perubahan ditambah kesadaran dan perhatian sedang tidak di sana dan di saat itu, segede apapun simbol di depan mata, kalau pikirannya sedang kemana-mana ya gak akan ngerti juga kalau di situ ada tanda larangan masuk gitu. 

Mungkin kita sering tidak sadar, bahwa kebanyakan yang kita lakukan itu karena alam bawah sadar saja tanpa adanya perhatian di sana, tidak ada kewaspadaan di sana, kurang fokuslah gitu. Jadi meskipun ada mata kalau gak ada perhatian sama aja gitu. Mirip kayak naruh kacamata di atas kepala, trus kacamatanya dicariin mulu wkwkwk karena waktu naruh kacamata di atas kepala tuh kita gak sadar, pikiran lagi kemana-mana, maka otak kita tidak betul-betul merekam hal itu karena dimana pikiran terpusat di situ memorinya akan lebih kuat. Ya gak sih? Hehehe

Mungkin teguran 'matanya ditaruh dimana' mesti diganti jadi 'pikiran perhatianmu lagi kemana' wkwkwkw

Jadi, perhatian apalagi kewaspadaan itu penting ya, karena bukan hanya mata tapi semua indera yang bekerja tanpa perhatian atau kewaspadaan itu tidak ada artinya. 

Kalau saya sering bilang, harus sadar!

Sampai ketemu di [dua puluh lima]

Cheers,
Em 🙆

2 comments: