Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.-Ir. Soekarno-
Halo semuanyaa,
Semoga selalu dalam keadaan sehat :)
Kali ini, mau bahas tentang cita-cita, kind of life goals.
Beberapa waktu lalu, sempat ditanya oleh seorang teman tentang karir dan pekerjaan. Saya sendiri belum punya pengalaman kerja yang bisa diandalkan. Pengalaman kerja cuma seminggu hehehe dan pernah magang 2 bulan. Sisanya side job, kerja sambilan sambil sekolah.
Singkat cerita, setelah tanya-tanya dan ngobrol, dia mengatakan bahwa dia belum tahu mau kerja di mana sementara teman-teman yang lain sepertinya sudah punya rencana untuk masa depan.
Sepintas lalu, saya pun jadi teringat bagaimana kita dari kecil sampai lulus sekolah mungkin hampir selalu didoktrin atau mendengar nasehat-nasehat seperti dua kalimat paling awal. Kita selalu dihimbau oleh entah itu orangtua, guru atau siapapun untuk bermimpi setinggi-tingginya. Itu tidak salah memang, malah bisa jadi motivasi mungkin. Semua orangtua pasti mau yang terbaik buat anaknya bukan? Wkwkwkk
Tapi at some points, saya jadi berpikir bagaimana dengan orang yang tidak memiliki mimpi yang 'tinggi'. Ya memang, tinggi itu relatif, mungkin ada yang menerjemahkan sebagai sukses? terkenal? kaya? terpandang? terpelajar? ya, apapun itulah. Tapi sepengetahuan saya (mungkin pengetahuan saya kurang hahahaaa), mimpi yang tinggi identik dengan yang sifat-sifat yang saya sebutkan tadi.
Kembali ke topik yang awal, saya tidak tahu pasti, tapi kalau ada orang yang merasa aneh karena tidak memiliki mimpi yang tinggi, come on, go ahead! Tidak perlu terlalu memikirkan opini khalayak umum. Kalau ada orang yang bermimpi menjadi presiden maka tidak apa-apa juga jika ada yang bermimpi menjadi karyawan biasa. Kalau ada yang bermimpi menjadi pengusaha kaya raya terkenal maka tidak apa-apa juga jika ada yang bermimpi menjadi ibu rumah tangga biasa. Sama kok tingginya, take it easy hehhehe
Lha jadi gak perlu bermimpi tinggi-tinggi dong? Ya you do you, mungkin tinggi menurut saya beda dengan tinggi menurut anda. Misalnya ada orang yang bermimpi cukup jadi karyawan yang kerja 9 to 5, gaji gak perlu segede gaban yang penting bisa hidup cukup. That's fine. Ada orang juga yang bermimpi wah harus jadi pengusaha sukses omzet 5 M per bulan. That's fine as well.
I don't know if you can relate, tapi maksudnya adalah, jika kita punya mimpi yang sederhana that's fine, gak ada yang salah kok.
Jika teman-teman pernah membaca cerita yang berseliweran di sosial media, tentang seorang anak yang tidak terlalu pandai secara akademik, tetapi selalu baik hati membantu temannya jika kesusahan. Dan ketika ditanya, cita-citanya apa, dia menjawab kalau dia ingin menjadi orang yang selalu bertepuk tangan untuk kesuksesan temannya. She even doesn't want to be a superstar! But that's okay! Saya sendiri waktu baca cerita itu jadi gimana ya, cukup terenyuh, tapi jadi mikir juga bahwa menjadi seseorang yang 'tak terlihat' pun tak apa-apa, sama sekali tidak mengurangi value seseorang. Saya jadi bisa melihat kalau memang semua ada perannya masing-masing. Kalau semua orang mau jadi guru, gurunya jadi? Banyak! Hahaaa, I mean, siapa yang mau jadi murid gitu wkwkkww
Sejauh ini, mungkin karena main saya kurang jauh atau gimana, saya masih jarang melihat kasus-kasus mem'bully' cita-cita sih, gak tau kalau ada di luar sana, tapi mudah-mudahan tidak ada dan tidak perlu sampai ada. Setiap orang berhak untuk cita-citanya sendiri terlepas dari doktrin, tekanan, paksaan siapapun. Tidak perlu juga adu tinggi-tinggian untuk masalah cita-cita. Semua orang punya kapasitas dan kenyamanan masing-masing.
Ada orang yang ingin tinggal di rumah besar bak istana, tapi ada juga yang senang-senang saja tinggal di apartemen yang sedang-sedang saja. Ada orang yang ingin naik mobil paling mahal, tapi ada juga yang naik motor pun sudah cukup. Tidak ada yang salah, setiap orang punya ukurannya masing-masing untuk kehidupan dan masa depan masing-masing.
Cuma mau bilang, apapun cita-cita kita (saya dan kalian yang membaca), tidak ada yang salah, tinggi itu relatif bagi tiap orang, tidak perlu terpengaruh apalagi ikut-ikutan.
Bagi saya pribadi, cita-cita apapun itu, yang penting bisa bermanfaat untuk orang lain.
Mungkin parameter kalian berbeda, ya gak apa-apa juga, gak mesti sama lah semua orang tuu hahhahaha
Tidak ada yang salah menjadi orang 'biasa', toh semuanya hanya manusia biasa wkwkwkw
I don't know if this could bring new insight, but I hope so.
Anyway, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :))
Sampai ketemu di [dua puluh enam] ya,
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment