Sunday, 22 December 2024

[delapan puluh tujuh] this is a must-needed post hehe

22 December : Mother's Day

Holaaa, menyambung ketermalasan untuk memposting, maka hari ini adalah hari yang menurut saya kudu wajib mempost sesuatu. Yes, it's Mother's Day!

On this day, wanna say Happy Mother's Day buat mamak saya yang ada di sanaa, semoga terlahir di alam bahagia :)

After all these years, some thoughts always come to my mind.

Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin saat itu kerana masih bocil, so I don't have any capacity or any knowledge to talk about something that now I think I might talk about with her.

It's like semuanya.

Contoh kecil misalnya apa sih rasanya ketika pergi kondangan keluarga jauh yang tidak terlalu dikenal, tapi karena harus pergi untuk mewakili dan karena diundang? atau pas imlek begitu? As a note that kondangan is not my dad thing, so kondangan and kunjungan keluarga is for mamak dan bocil hehe.

Or how does it feel not to have had any rest all day? As she almost never had a nap in the middle of the day, woke up early morning, although sleep in a normal hour (belum lagi kalo awak bikin keributan dengan cerita-cerita ndak jelas atau minta kipas heuu).

Or simply, why do you sometimes get angry so easily? Or what do you actually feel at some moments (ketika klo saya liat raut muka atau sikapnya sedang berbeda)? Or simply, what's going on your mind?

I don't really remember to have that kind of convo, though (udah bermirror-mirror :")

Ya, intinya begitulah, I really wish I had that opportunity. However, some questions may be questions forever. 

Thank you for being such a great mom until the end.

I really wish I could be like you one day :)

Selamat hari mamak, miss you lots

Selamat hari mamak-mamak untuk semua mamak dimanapun, you do great all the times :)


Sampai ketemu di [delapan puluh delapan]

Cheers, 

Em 🙆

Thursday, 21 November 2024

[delapan puluh enam] the favor of being an aunt

Mengsedihhh karenaaa browser web ku sudah lupa dengan laman blogger ku hahaha padahal dulu setiap ngetik blogger langsung muncul lamannya, apa artinya? artinya saya malas hahhaa dua sih, malas dan dak sempat huhuuu however, artinya ada kesibukan jdi bersyukurlah wkwkkkw

anywayyy, it's been 5 months tidak post, jadi hari ini mari kita post supaya ada juga sedikit-sedikit sebelum akhir tahun hehhee

kali ini mau posting yang super duper singkat sajaa wkwkwk sedang belum punya ide dan belum mengulik lagii

22.11 used to be a normal date, seperti tanggal pada umumnya, nothing special. Tapi, 3 tahun yang lalu, jadi sedikit berbeda karena tanggal ini ditunggu-tunggu. Hari ulang tahun nya anak kicik which is my niece. Punya ponakan itu salah satu pengalaman hidup yang paling menyenangkan sebenarnya. Ada orang yang hubungan kekerabatan/hubungan darahnya sangat dekat dengan diri kita sendiri. Somehow, it's special.

Kemudian, beberapa waktu lalu menemukan sebuah postingan di instagram yang tertulis seperti ini "being an aunt is loving a tiny human that isn't yours with all your heart", and this is amazingly true. Sepertinya memang agak lucu rasanya, ponakan itu bukan anak kita, tapi level kedekatannya itu paling dekat setelah anak sendiri (iya dak sih?). Jadi, bisa dibayangkan kalau belum punya anak sendiri, ponakan itu sudah seperti anak kita sendiri, so it's really close. Sebuah relasi yang unik kalau dipikir-pikir wkkwkkw

Buat semua bibi-bibi dan paman-paman di luar sana, you know how it feels to be an uncle or an aunt, so continue loving your nephew/niece because I know you do hehehehe create memories, and be the one for them to rely on besides their parents because you know not everyone has the chance to be that person.

Udah ya, jadi mau bilang selamat ulang tahun (besok) buat ponakan sayaaa, grow great and kind! 💗

*akan lebih berpikir lagi untuk postingan berikutnya hehee

See you at [delapan puluh tujuh]

Cheers,

Em 🙆

Sunday, 30 June 2024

[delapan puluh lima] kita di setiap cerita

 it is still questioned, who are we in someone else's story?

I am backk, beneran ya bulan Mei itu rasanya lama banget, krna sekarang masih bulan Juni tapi rasanya udah kayak 3 bulan gak ngepost padahal bulan Mei sempat ngepost wkwkkw

Lately, have been thinking about this, no matter what you do, you'll always be someone in someone else's story. Kayaknya dulu pernah dengar, entah kata siapa, kita tuh punya peran di cerita orang lain, dalam hal ini tuh peran bisa baik dan buruk dan di cerita orang lain maksudnya di pandangan atau pikiran orang lain. Kita bisa saja jadi peri baik hati di cerita hidup orang lain, namun kita bisa juga jadi iblis jahat di cerita hidup orang lain, who knows. 

Bisa jadi, mungkin apa yang kita rasa kita lakukan ini hal yang baik, tapi bisa saja gara-gara hal yang kita lakukan tersebut, orang tidak suka kepada kita, atau orang melihat itu sebagai hal yang buruk. 

Tapi kan, bukankah sesuatu yang baik dan buruk itu absolut?

Bisa jadi demikian, tapi bisa jadi juga tidak.

Tapi ini bukan masalah baik dan buruk, tapi lebih ke kita tidak bisa mengatur pandangan orang terhadap kita. As simple as we can't please everyone. Kita tidak punya kontrol terhadap pikiran orang lain. Hidup terlalu rumit untuk memikirkan pikiran orang lain, di lain sisi pikiran kita sendiri masih susah untuk diselami.

Sampai ketemu di [delapan puluh enam]

Cheers,

the one who is trying to find a lesson in this part of story

Em🙆


Sunday, 5 May 2024

[delapan puluh empat] the last of part two

every day is the youngest you'll ever be..

Baru saja merewind ternyata menulis di setiap hari ulang tahun sudah sejak 2020 wkkwkw this will be the fifth one hehehe

Yap buat saudara-saudara kelahiran middle late 90s, sekarang pasti sudah memasuki usia late 20s hahahaha and for me, this one will be the last wkwkwk (welcome kepala 3 next year). However, people said that age is just a number, which could be true. Umur hanya lah angka, dan memang yang jauh lebih penting adalah how you live your life until that age.

Waktu terus berjalan dan kayak wah udah segini aja nih, udah dapat apa, udah sampe mana, mana yang belum, mana yang mau dicapai and all those questions

Being an adult might be difficult because things become more complicated. You have only had two hands since you were a baby, but now those two hands handle more things. 

Tapi seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuan, kitapun juga pasti semakin belajar. Saya masih yakin kalau esensi hidup adalah pembelajaran. Selalu belajar biar jadi orang yang lebih baik.

Cuma mau mengucapkan terima kasih dan bersyukur sudah sampai di tahap yang sekarang, banyak orang-orang baik yang selalu membantu. 

Semoga tidak lupa untuk selalu belajar dan berlatih, perjalanan masih panjang (mungkin juga tidak, nobody knows), tapi selama masih ada waktunya selama itu juga usahanya harus terus dilakukan.

Huge thanks for everyone, really means a lot

Happy birthday to me, be wiser every single day :)

See you at [delapan puluh lima]

Cheers,

Em🙆

enjoying the last part two :"

Saturday, 30 March 2024

[delapan puluh tiga] cerita yunik from yuke (re: Belfast)

It's not only a city anymore; it's a home.

Hola everybodyy, ingin rasanya menertawai diri sendiri kalau lihat draft ini hahahaa

Udah lulus kuliah dari tahun 2021 akhir, tapi baru sekarang dipublish wkwkkw 

Sebenarnya ini pengen cerita-cerita aja sih, sekaligus menyimpan memori-memori yang ada selama kuliah di Belfast. Sedikit cerita bahwa waktu mau lanjut kuliah S2, specifically maunya bukan di Indonesia (ngayal aja dulu waktu itu), for some reason, I once said to myself, kalau misalnya tidak bisa kuliah di luar, berarti no S2 for me, langsung cari kerja saja. Waktu cari sekolah pun, entah kenapa carinya yang jauh sekali wkwkwk pengennya memang di Inggris dan sekitarnya atau kalau Asia minimal Jepang atau Korea yang di sono-sono lah. Waktu itu berpikirnya bahwa karena ini mungkin akan jadi sekali seumur hidup, just aim for the highest and the furthest yang possible. Jadi memang cari sejauh mungkin supaya ga gampang pulang, takutnya kalau dekat mau pulang mulu dan semakin jauh akan ada gap yang besar dari segi bahasa dan budaya, sehingga peluang belajar dan pengalamannya jadi lebih besar. Dan syukurnya, dikasih kesempatan buat S2 di Belfast yang sebelum ke sana juga belum pernah dengar nama kota itu. Sebelum mau sekolah ke sana, mana tau kalau UK itu isinya 4 negara hahaha (geografi saya jelek). Pengetahuannya itu nol besar tentang Belfast. Thanks to one of my lecturers yang sudah memperkenalkan Belfast :)

Oke, singkat cerita berangkatlah ke sana dan sekolah selama 2 tahun 6 bulan kurang lebih. Pengalamannya pasti banyak sekali, hidup di negara orang, tapi luar biasa sih maksudnya pengalaman hidup yang belum tentu semua orang diberi kesempatan, jadi sangat sangat bersyukur bisa punya sepenggal cerita itu di dalam kehidupan ini.

Jadi, inilah yang mau saya share terkait beberapa kejadian atau fenomena-fenomena unik selama di Belfast yang cukup beda kayaknya dengan yang ada di Indonesia atau Makassar, let's see

1. Tidak memanggil Prof/Pak/Bu

Nah, yang pertama ini, sudah terasa waktu pertama kali apply, jadi meng-email ke supervisornya, kebetulan supervisornya masih Doctor (belum Professor), jadi sapaannya Dr. XXX, nah terus beliau nya balas bilang panggil nama aja ga usah pakai Doctor2 gitu wkwkwk dan benar sampai di sana orang pada panggil nama euy, meskipun Prof gitu. Cuma, ga tau mungkin culture tiap kampus atau tiap negara/kota atau tiap individu beda-beda ya, bisa jadi tidak semua daerah di UK seperti ini. Cukup amaze dengan ini karena jadi keliatan humblenya Bapak/Ibu dosen di sana, dan jabatan jadinya tidak sebegitunya, meskipun jabatan resmi tetap digunakan pada forum resmi, tapi kalau sehari-hari ya sangat ringan dan seperti teman aja gituu. Nah, ini juga sebenarnya berlaku tidak cuma pada dosen ya, tapi memang di sana itu dak ada panggil kakak2 seperti di sini hahaha jadi sesama mahasiswa, meskipun ada yang lebih tua gitu, tetap panggil nama. Seperti yang kita biasa liat di film-film culturenya memang seperti itu ya wkwkwk

2. Dibukakan/ditahankan pintu

Apami bahasanya ini wkwkwk jadi salah satu culture di sana yang cukup unik itu, kalau kita sedang buka pintu terus di belakang kita ada orang, "adat kesopanan"nya itu kita menahan pintu untuk orang di belakang kita agar bisa masuk, atau kalau pas kita buka pintu trus dari jarak yang tidak terlalu jauh kita liat ada orang juga yang mau masuk, nah itu biasanya kita menahan pintu itu. Pas pulang ke sini jadi lumayan kebawa sih, jadi menahan pintu untuk orang yang di belakang kita.

3.  Lampu kamar mandi dan keran wastafel

Nah, ini cukup unik ternyata dan saya baru tau pas pulang ke sini trus liat di ig apa reels gitu ya kalau ternyata ini memang tidak terjadi di semua negara barat. Lampu kamar mandinya orang di sana itu khususnya di rumah ya, kalau di kantor-kantor kayaknya tidak, saklarnya itu ditarik wkwkwkw kayak lampu-lampu jadul, jadi pas masuk kamar mandi ada tali yang merupakan saklar. Lucu juga ini diliatnya, tapi kayak khusus di kamar mandi saja, kalau lampu kamar ya saklar kayak biasa. Terus juga, kayaknya karena di situ kan empat musim, jadi ada keran air panas dan keran air dingin, tapi uniknya itu bukan dalam 1 keran seperti yang biasa kita punya di Indonesia. Jadi kerannya terpisah, keran biru mengeluarkan air dingin, keran merah mengeluarkan air panas. Jadi kadang-kadang bingung, kalau buka keran biru, kedinginan, buka keran merah, kepanasan WKKWKWW

4. Tidak ada bidet

Salah satu kultur syok terbesar hahaha kamar mandi nya ndak ada bidet sodara-sodara. Solusinya? Sedia gayung wkwwkw, jadi di toilet di sana itu umumnya hampir semua ada wastafel nya di dalam toilet, jadi itulah gunanya gayung untuk menampung air dari keran hehehhee

5. Kartu ucapan

Salah satu juga yang khas itu penggunaan kartu ucapan yang lebih umum daripada di Indonesia sini. Jadi, kalau kita ke supermarket begitu pasti ada kartu ucapan yang dijual dengan berbagai pilihan. Ada juga toko yang khusus menjual kartu ucapan. Jadi, di sana opsi kartu ucapannya jauh lebih banyak daripada di sini. Dan, di sana kartu ucapan itu kayak umum dipakai untuk mendampingi kado yang akan kita berikan ke orang. Meskipun misalnya kadonya ndak seberapa tapi karena ada kartu ucapannya jadi berasa spesyel begitu.

6. Perayaan bayar sendiri

Apa maknanya ini? Wkwkwkw kalau ini, mungkin ndak semua ya, cuma ini pernah saya alami sewaktu di sana. Kalau di Indonesia kan budaya kita itu mentraktir ya kalau ada hajatan gitu, entah ulang tahun atau wisudaan atau apalah gitu. Nah, kalau di sana tuh budayanya kayaknya ngumpul-ngumpul aja tapi ga nraktir. Jadi kita kumpul-kumpul makan bareng merayakan sesuatu tapi nanti bayar sendiri ya makanannya wkkwkw Not saying good or bad ya, cuma unik aja, jadi pas agak kaget juga oh bayar sendiri, okay hahahaha tapi unik sih, dan jadinya tidak memberatkan satu pihak, dan ada willingness dari teman-teman yang mau hadir untuk merayakan meskipun bayar sendiri jadi kayak iklas ji bayar yang penting kumpul.

7. Jalan kaki dan nuansa Natal

Ini sih lumayan signifikan ya bedanya dengan di Indonesia. Jadi, karena di sana tidak punya kendaraan sendiri jadi lebih sering nya itu jalan kaki ke mana-mana. Bisa naik bus sih atau kereta atau taksi, tapi kalau bus itu ada jam nya dan kadang-kadang kita buru2 jadi agak malas, mending jalan kaki saja karena waktunya sama dengan nunggu bus. Trus, kalau kereta itu tidak bisa untuk jarak dekat, nah kalau taksi lebih ke mahal hahahaa (dompet mahasiswa kasian) jadi hanya kadang-kadang kalau jauh, urgent dan mau cepat. Umum lah ya kita semua sudah tau kalau di negara barat itu orang umumnya jalan kaki dan pedestriannya juga sangat memadai jadi aman, terus karena orang lokal pun umumnya jalan kaki jadi polusi lebih sedikit dan jarang sekali ada macet. Lumayan kalau pas lagi jalan-jalan bisa dapat lebih dari 10ribu langkah. Nah trus untuk nuansa Natal di sana sangat ramaii, mungkin mirip kalau kita mau Lebaran di Indonesia kali ya. Rumah-rumahnya orang dihiasi lampu-lampu dan hiasan Natal, jadi dulu tuh paling suka kalau pulang malam-malam dari kampus, sambil di jalan liat rumah-rumah orang cantik sekali hiasannya wkwkwk oh sama ada juga Christmas Market macam pasar malam yang jualan makanan khusus hari Natal. Oh satu lagi, pas hari Natal itu kan libur ya jadi semua toko tutup, pernah sekali pas Natal jalan-jalan ke city center itu sepinya luar biasa toko pada tutup, kayak Jakarta pas lebaran hahahaa tapi enak sih suka suasananya sepi jadi bisa menikmati saja begitu.

8. Pengunjung tempat meditasi

Nah, ini last one, ini lebih ke amaze aja sih untuk pengalaman yang ini. Jadi karena di Belfast itu kayaknya belum ada Vihara seperti di Indonesia sini, adanya tuh namanya Buddhist Center tempat meditasi gitu, ada juga ibadahnya tapi bukan hari Minggu, malah hari Minggu itu adanya meditasi. Lokasinya lumayanlah jalan kaki 20 menit dari tempatku waktu itu. Jadi pas pertama datang tuh agak kaget juga wah rame juga ya ternyata, trus pengunjungnya itu macam-macam tapi mayoritas orang-orang tua begitu sih, dan ada yang bertato gitu tapi ikut meditasi. Not judging tapi pemandangan ini hampir tidak pernah kita liat di Indonesia. Yang lebih unik lagi, orang itu ternyata sudah pernah pergi sampai ke Thailand dan negara-negara Buddhis lainnya buat meditasi. (Gokil). Jadinya kayak oh betul-betul ga bisa nilai orang dari penampilan. Dan di sana orang sangat welcome dengan siapapun yang datang ke Buddhist Center itu. So, sangat menarik lah, jadinya saya sempat ke sana beberapa kali sebelum covid tapi setelah itu kayaknya hampir tidak pernah lagi. 

Yah kira-kira begitulah ocehan saya hari ini yang mungkin bahasanya campur-campur dan kurang jelas tapi saya malas baca ulang haahahhaa

But, it was really one of the best experiences in my life, no regret, very grateful.

Semoga one day bisa ke sana lagi.

Begitu aja hiburan kali ini, semoga teman-teman juga bisa berkunjung ke belahan dunia yang lain untuk melihat betapa luas dan anekaragamnya dunia ini.

All the best, see you at [delapan puluh empat]

Cheers,

Em 🙆

Monday, 4 March 2024

[delapan puluh dua] Terima kasih Ibu Kartini!

Hi semuanya, long time no see

Time flies ternyata sudah 2024 dan belum ngepost wkwkkwk bakal sikit kyknya postingan taun ini, mari kita usahakan saja yang sebaek-baeknya HAHAHA

Selamat tahun baru (dah telat 3 bulan) hahaa *monmaap

Oke lanjut, jadi bulan Februari lalu menjadi bulan demokrasi untuk rakyat Indonesia dimana kita sama-sama ke TPS untuk memilih pemimpin negara pilihan kita. So, hari ini hanya mau sedikit cerita pengalaman ketika di TPS.

Jadi, karena pemilihannya agak terlambat dimulai, jadi ketika saya datang sesuai jadwal di undangan, panitia masih bersiap-siap mengatur TPS dan kertas suara dan teknis lainnya. Jadi, menunggulah saya, duduk di kursi. Tidak lama, datanglah juga warga-warga lainnya (re: bapak-bapak) yang mengira sudah bisa memilih, padahal belum. Jadilah mereka juga menunggu, duduk di kursi yang berjejeran dengan saya. Mungkin karena menunggu, merokoklah bapak-bapak itu, duduk di kursi itu. Pada saat itulah, saya berpikir dan menyadari betapa pentingnya pendidikan.

Sebagai orang yang berpendidikan baik (dan sebagaimana seharusnya pendidikan itu berperan dalam kehidupan), tentu harusnya tidak merokok di tempat yang ada banyak orang di sana. Memang bukan ruang tertutup dan ber-AC, tapi di dalam tenda kan semi-tertutup. Pada saat itu juga saya sadar kalau sudah lama saya tidak menghirup asap rokok, karena pada saat itu benar-benar terganggu,agak-agak sesek gimana gitu sampe akhirnya keluar dari tenda TPS hahaaa. 

Anyway, bukan tentang saya terkena asap rokoknya, tapi lebih ke wahh kalau orang berpendidikan harusnya peduli lah sama orang sekitarnya karena (seharusnya) pendidikan itu penting untuk membangun awareness, peduli dengan lingkungan sekitar, peduli pada orang lain atas apa yang kita lakukan. Tapi sayangnya, masih ada banyak orang yang kurang begitu peduli, hmmmm. Merokok di tengah-tengah orang mungkin hal kecil, tapi kalau hal kecil saja sudah nda peduli, agak susah ndak sih jadinya untuk hal-hal lainnya lagi.

Memang, mungkin bukan hanya pendidikan yang berperan di situ, tapi kayaknya pendidikan itu bare minimum (?) kayak ndada sekolahnya kapang ini orang merokok di sampingnya orang lain yang nda merokokk hmhmhmm wkwkkw mengesalkan tapi yasudahlah hahaaaa (agak esmosi jadinya wkwkw)

Intinya adalah terima kasih sama Ibu Kartini, sama pejuang-pejuang pendidikan bukan hanya untuk perempuan tapi semua orang yang memperjuangkan pendidikan (disclaimer: judul hanya clickbait wkkwwk itu yang kepikiran pertama kali). Semoga kita semua yang berpendidikan tidak apatis sama sekitar apa lagi yang berkaitan dengan orang lain, tidak merugikan orang lain gegara perbuatan kita.

Demikian kiranya cerita yang bukan hari ini tapi diposting hari ini. Meskipun sederhana, tapi cerita ini cukup memorable, karena waktu mengalami rasanya kayak pengen kutulis pengalaman ini hahahaa

(kyknya mesti sering-sering meluangkan waktu lagi untuk menulis :))

Sampai ketemu di [delapan puluh tiga]

Cheers,

Em 🙆