Tuesday, 26 December 2023

[delapan puluh] don't burn the bridge

Hi semuaa, sungguh sangat lama tak jumpaa, setelah sekian bulan baru bisa nulis dan ngepost lagii huhuuu

So, no quote for today yaa hahahahaa lagi malas nyarinyaaa, anywayy, cerita ini juga mungkin ga butuh quote, karena dari judulnya saja sudah quote penting hahahhaa

So, untuk kali ini just want to share an experience of what happened lately

It's just me having a new routine (?), jadi kayak butuh waktu penyesuaian, yang juga membuat saya tidak nulis huehehehe *alesaaaaann

Di setiap posisi pekerjaan, hampir selalu (beberapa mungkin tidak) kita menggantikan posisi orang lain. It happened to me, too. I call it, a substitute. Tentu di setiap posisi, baik baru ataupun menggantikan, ada challenge tersendiri, bukan?

For me, personally, on one side, it's an honor, but on the other side, kinda burden, too (?) wkwkwk 

Ada dua hal yang mungkin kita lakukan dan mungkin terjadi. Pertama, terlalu takut di awal tapi ternyata kenyataannya tidak semenakutkan itu. Yang kedua, tidak terlalu takut di awal tapi ternyata kenyataannya lebih menakutkan dari itu. 

The thing is, I am the second one hahahhaha awalnya kayak hmmm sepertinya aman nih, pas udah cemplung, wow ternyata butuh effort lebih saudara-saudara. But, don't worry, it's not that bad, hanya kaget sedikit saja dan berusaha bisa menyeimbangkan diri hahahaa

Tapi, uniknya, saya jadi terpikir bahwa, orang yang ada di posisi ini sebelum ini, benar-benar tidak sembarangan. Memang betul bahwa, kita tidak akan pernah tau rasanya, sebelum merasakan sendiri. Dulu hanya melihat dari sisi orang luar saja sudah amaze, pas liat aslinya lebih lagii hahhaaa

Kemudian juga, namanya juga menggantikan, tentu berusaha menjadi minimal sama lah kualitas nya sebaik yang sebelumnya. Tapi setelah dipikir-pikir, menjadi sama itu tidak mungkin, karena orangnya aja beda. Yang mungkin adalah tetap punya style sendiri tapi bisa mencapai hal yang sama. Kira-kira begitu (?)

Nah, kalau ngomongin dua pilihan tadi, sebenarnya tidak ada yang benar juga sih. Rasa takut itu perlu, tapi takut yang berlebih sepertinya tidak perlu. We just need a right amount to keep us awake. Jadi, rasa takut yang cukup yang membuat kita tidak lengah dan tetap berusaha on track. Kekagetan di awal ketika kenyataannya ternyata lebih sulit lumayan bikin engap kwkwkw tapi belajar sih. Coba lihat apa sih sebenarnya yang ada di depan ini. Sampai sekarang masih pelan-pelan menganalisa lebih jauh. Semoga baik-baik saja semuanya.

Gitu aja sih ceritanya hahahaaa

Anyway, quote di atas itu dari pendahulu saya, I owe her a lot and thank her a lot juga. 

Don't burn the bridge means whatever happened jangan runtuhkan apa yang sudah dibangun.

Itu ajalah ya ceritanya, nanti coba dikulik dari sisi lain lagi. Masih mau coba belajar lagi liat-liat apa yang ada di depan ini hahahaaa

Wish me luck!

Selamat natal juga! Tuhan berkati selalu

I'll see you at [delapan puluh satu]

Cheers,

Em🙆


No comments:

Post a Comment