Terkadang kita kira kita sudah ramah, ternyata kita belum. Kita mungkin masih suka tidak peduli pada orang lain.
Terkadang kita kira kita sudah baik hati, ternyata kita belum. Kita mungkin masih berharap dibalas atas kebaikan itu.
Terkadang kita kira kita sudah tenang, ternyata kita belum. Kita mungkin masih sering panik dalam menghadapi masalah.
Terkadang kita kira kita sudah sabar, ternyata kita belum. Kita mungkin masih sering marah terhadap hal-hal kecil.
Terkadang kita kira kita sudah jujur, ternyata kita belum. Kita mungkin masih suka berbohong untuk hal-hal kecil, atau kepada diri sendiri.
Terkadang kita kira kita sudah rendah hati, ternyata kita belum. Kita mungkin masih suka menyombongkan hal-hal yang tidak perlu.
Terkadang kita kira kita sudah belajar banyak, ternyata kita belum. Kita mungkin masih suka sok tahu untuk hal-hal yang kita belum tau.
Terkadang kita kira kita sudah tidak egois, ternyata kita belum. Kita mungkin masih suka melakukan hal-hal yang menguntungkan diri sendiri tanpa memedulikan orang lain.
Terkadang kita kira kita sudah ikhlas, ternyata kita belum. Kita mungkin masih menyimpan dendam atau membawa beban-beban yang kita kira sudah kita lepaskan.
Terkadang kita kira kita sudah bijaksana, ternyata kita belum. Kita mungkin belum melihat dari sudut-sudut pandang yang lain.
Terkadang kita kira kita sudah tidak melekat, ternyata kita belum. Kita mungkin masih sulit melepaskan hal-hal yang sebenarnya bukan milik kita yang sesungguhnya.
Beberapa dari sekian banyak nya 'terkadang kita kira kita sudah ...., ternyata kita belum' dalam hidup kita ini. Semuanya hanya asumsi kita, perkiraan kita bahwa kita sudah baik sempurna, tapi ternyata kita belum. Bukan berarti kita tidak sama sekali, tetapi kita belum sepenuhnya.
What we think we have become are sometimes just the trick of your mind, ego, and pride (kilesa). We are just tricked by our own mind. In fact, we will never be freed from all those things before we end this (endless) cycle of life.
Terkadang, ketika kita berpikir kita sudah, di saat itu jugalah kita harus memeriksa kembali, apakah kita benar-benar sudah atau mungkin saja itu cuma justifikasi diri, untuk merasa diri lebih baik dan bukan untuk menjadikan diri lebih baik. Just always look inside yourself (myself) all over again.
This is a note to myself.
*Gotcha, unintentionally, 2 posts in a row heheee*
See you at [lima puluh enam],
Cheers, and always be good,
Em 🙆