karena pelaut hebat tak pernah lahir dari laut yang tenang
-hivi! - jatuh, bangkit kembali!-
Hello semua, glad to meet you all again kwkwkwk
So, jujurly (elaaah -_- wkwk), topik ini sudah lama bertengger di draft tapi sekarang ternyata baru bisa dirampungkan heheee biasalaaahhh..
Recalling my childhood, I finally realize that I am really grateful for the hardships that I had (of course not all are hardships yee banyak juga senang2nya hahaaa) during that time. Hardships itu maksudnya kayak tidak semua hal yang saya inginkan pada waktu kecil itu dapat diperoleh dengan mudah, bahkan untuk beberapa hal tidak bisa didapatkan sama sekali karena berbagai keterbatasan. Not to blame anyone, apalagi orangtua, tidak. Tapi semua orang pasti punya keterbatasan mungkin aspeknya saja yang berbeda, dan waktu saya kecil, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki orang tua membuat kita, saya, anak-anaknya, harus belajar beberapa hal penting yang pada akhirnya, ketika sudah besar sekarang, menyadari kalau itu ternyata berguna untuk menjalani kehidupan yang fana ini wkwkww
Falling down always causes more pain that flying high. (((of kors)))
Iya, jadi begitu yaa wkwkk jika dilihat dari satu sisi mungkin saya kurang beruntung karena waktu saya kecil, orang tua masih merintis juga, jadi banyak keterbatasan gitu, tapi kebutuhan primernya cukup. Bahkan, banyak pengalaman2 kayak waktu sekolah sampai kuliah itu saya sempat kerja sambilan jadi lumayan dapat duit. Dan dari situ saya banyak belajar kalau mau dapat sesuatu itu harus usaha dulu, cari duit itu tidak gampang. Klise memang, tapi begitu memang kenyataannya. Hal-hal kecil remeh temeh, bahkan misalnya se remeh cuci piring sendiri sesudah makan, itu bisa jadi sesuatu loh ketika kita besar, apalagi ketika tinggal jauh dari orang tua. Dulu, di rumah pun fasilitas tidak mewah, secukupnya saja, jadi bisa dibilang sudah terbiasa dengan kondisi hidup apapun.
Tidak bermaksud mengatakan bahwa semua orang kecilnya harus susah. Atau kalau waktu kecil hidup nyaman itu salah, tidak. Baguslah kalau dari kecil sudah hidup nyaman, harus bersyukur itu hahahaa tapi, kalau misalnya hidup kita sekarang ataupun dulu masih banyak keterbatasannya, maka rasa syukur itu mestinya tetap selalu dihadirkan.
Saya bisa bayangkan mungkin kalau usaha-usaha dan kerja-kerja yang kecil receh remeh dan temeh itu tidak saya lakukan, maka ketika saya besar sekarang mungkin lebih banyak kesulitan yang saya lalui. Mungkin saya tidak bisa hidup merantau, mungkin saya tidak berani kemana-mana sendiri, mungkin saya tidak bisa mengurus diri saya sendiri.
Karena, seperti bahasa asing yang di tengah itu, selalu, selalu, dan selalu lebih mudah berpindah dari hidup susah ke hidup nyaman daripada dari hidup nyaman ke hidup susah apalagi kalau dari dulu tidak pernah susah. Selalu lebih mudah beradaptasi ke tempat yang lebih enak daripada ke tempat yang lebih sulit.
Jadi, what I want to say here, is kalau sekarang ataupun dulunya ada yang hidupnya masih banyak keterbatasan, masih harus usaha sendiri, tidak usah disesali atau tidak usah merutuki nasib, harusnya disyukuri, bersyukur diberi kesempatan belajar hal-hal yang tidak semua orang bisa alami di kehidupannya. Everything happened for a reason, ambil pelajarannya, jangan sia-siakan kesempatannya. Itulah kenapa judul kali ini adalah hidup susah itu enak juga, karena ternyata di balik kesusahan itu, banyak hal-hal hebat yang bisa kita pelajari yang bisa membuat hidup kita tidak susah lagi ataupun bisa membuat kita baik-baik saja dalam kondisi apapun, susah ataupun senang. Dan juga, kalau dulu atau sekarang hidupnya sudah nyaman, harus lebih bersyukur lagi, tapi harus ekstra waspada dan bersiap supaya jika suatu saat (jangan sampai) dihadapkan pada kondisi sulit yang kita tidak pernah alami sebelumnya, kita siap dan mampu menghadapinya. Karena sebenarnya, hidup dalam kondisi apapun, selalu bisa belajar untuk bersiap menghadapi kondisi apapun, bukan begitu?
Inti dari segala inti, tidak ada hidup yang sempurna (sempurna susahnya ataupun sempurna senangnya), jadi apapun kesusahan yang dimiliki saat ini, sekecil apapun, lihatlah sebagai suatu kesempatan untuk belajar, memperoleh suatu hal yang langka yang mungkin tidak semua orang alami.
Jadi begitu deh ya ngalor ngidul (baru tau ternyata ini artinya ke utara dan ke selatan dalam bahasa jawa hahhahaaa), semoga ada faedahnya
Sampai jumpa di [lima puluh dua]
Btw, selamat tahun baru 2022!!!!
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment