santai mko, dunia ji ini ...
- anak makassar jaman entahlah wkwkwk -
Halo lagi teman-teman, semoga selalu dalam keadaan sehat yaa, masih pandemi nih sudah masuk bulan ke 6, tidak terasa kita sudah melewati setengah tahun dalam kondisi pandemi ini yaa, tetap semangat maju terus! Apalagi ini bulan Agustus kan, bulan kemerdekaan, harus semangat dong! Wkwkkw
Kali ini, saya mau tanya, seberapa sering kita kehilangan? Entah dari kehilangan barang remeh temeh sampai kehilangan orang yang paling disayang?
Saya sendiri woww sudah tidak terhitung kehilangan yang saya alami selama hidup ini wkwk mulai dari kehilangan pulpen sampai kehilangan anggota keluarga yang disayangi. Baru-baru ini, laptop saya tiba-tiba rusak dan ternyata harus direset, padahal awalnya saya berpikir harus diperbaiki atau malah harus beli baru, tapi ternyata bisa diperbaiki asal direset ulang. Otomatis tidak romantis, aplikasi dan beberapa data (untungnya bukan yang krusial) harus hilang dong. Sempat juga beberapa tahun lalu, kehilangan HP, juga otomatis tidak romantis, kartu sim nya hilang, kartu memori nya hilang, foto-foto hilang semua dong. Yang paling aneh, saya pernah kehilangan tas di rumah saya sendiri beserta isinya, ada buku, kalkulator, dan dompet kalau tidak salah ingat tapi untungnya KTP dan kartu penting lainnya tidak di dompet itu. Apanya yang aneh? Anehnya adalah, tas itu hilang di dalam rumah dan barang berharga lain seperti laptop, HP tidak hilang padahal ada di ruangan yang sama. Saya sampai bingung, apa saya tidak sadar terus saya buang tas saya ya? Hahahaaa
But, then, so what? Kalau bahasa Makassarnya, jadi kenapa mi? wkwkkww
Yang ingin saya katakan adalah santai mi dunia ji ini hahhaaaa
Maksudnya adalah tidak ada yang selama-lamanya. Ketika saya mereset laptop saya (ini baru saja kemarin ketika saya menulis ini), saya jadi kepikiran dan mengingatkan diri saya kembali kalau oh iya ya, suatu hari bisa loh barang itu rusak, kayak laptop ini, tidak saya duga-duga sebelumnya, karena terakhir saya pakai masih bagus eh tiba-tiba harus direset. Saya jadi mikir dan kembali belajar dan mengingatkan diri saya, kalau ini mah hal lumrah, bisa terjadi pada barang apa saja dan orang mana saja. Saya jadi 'diingatkan' oleh laptop ini kalau saya tuh harus tau betul kalau suatu hari barang lain juga mungkin akan mengalami hal yang sama, wajar saja, tidak usah terlalu merasa bagaimana, tidak usah terlalu sedih. Hari itu, saya belajar dari laptop saya, terima kasih laptop hahhahaaa jangan begitu lagi ya, kalau begitu lagi, nanti saya berterima kasih lagi wkwkkw
Barang hilang itu biasa, mari belajar merelakan. Jangan melekat. Nanti kita kayak tikus, kena lem, ga bisa lepas, lalu mati, sia-sia wkwkkw. Seringkali ketika kita kehilangan sesuatu itu nyeseknya sampai lamaaaaaa sekaliiii, mungkin karena barang kesayangan ya yang diperoleh dengan jerih payah misalnya. Ketika pulpen kita hilang, duh, bisa sampai berhari-hari galaunya. Pulpen saya kemana ya terakhir saya taruh dimana ya, terakhir siapa yang pinjam ya? Pusing dah tuh pikirannya kemana-mana padahal kan masih punya pulpen lain. Mungkin saja pulpen kita menjadi amal untuk orang lain yang membutuhkan. Pulpen itu sudah jadi manfaat besar untuk orang lain. Mungkin hehehee. Karena di otak dan pikiran kita, kita melihat barang itu sebagai punya kita, milik kita, punyaku, milikku, tanpa sedikitpun berpikir bahwa barang ini juga bisa hilang. Kita kadang-kadang kurang paham betul bahwa nothing lasts forever, really, nothing. Kita tahu tapi tidak betul-betul paham. Singkatnya, kita kadang terlalu melekat, kita kurang melepas ...
Anyway, ini bukan berarti bahwa oh kalau gitu gak apa-apa dong kalau barang kita hilang kan memang tidak ada yang selamanya, jadi taroh saja sembarangan barang-barangnya. Hahahaaa bukan begitu juga dong kakak, kan ada namanya tanggung jawab, amanah. Ya, tetap harus bertanggung jawab dong dengan yang kita punya, harus dijaga, dirawat sebaik-baiknya. Tapi, ada hal yang berada di luar kontrol kita. Dan ketika kita sudah melakukan yang sebaik-baiknya, tetapi barangnya tetap hilang, itulah yang saya maksud. Ketika semua sudah terjadi, apa yang harus dilakukan? Itu yang penting. Malahan, karena kita tau bahwa suatu hari barang (di sini saya contohinnya barang aja ya, tapi orang juga bisa loh wkwkwk) ini akan pergi, akan hilang, akan rusak, akan diambil, atau akan tidak terpakai lagi, maka kita harus menggunakan waktu yang singkat ini untuk menjaga, memakai, memanfaatkan, memelihara apa yang kita punya sekarang. Sehingga, ketika waktunya tiba, barang itu hilang, pergi, rusak, kita tidak kaget lagi, tidak nyesek lagi, karena kita tau memang semua akan pergi pada waktunya dan kita tau selama ini kita tidak menyia-nyiakannya.
Melekat itu agak berbahaya sebenarnya gais, kadang-kadang kita tidak sadar. Kayak lem tikus atau lem alteco atau lem korea gitu hahhaaa, lengket, susah lepas, sekalinya lepas, malah luka. Kita itu sering begitu, tanpa sadar. Sudut pandang kita dibutakan dengan apa yang kita punya sekarang. Mungkin karena sudah terlalu nyaman, sampai lupa. Nyaman dengan punya HP, ketika hilang atau rusak, bingung. Ya, memang kadang-kadang kita perlu mengingatkan diri sendiri kalau ini cuma barang loh, suatu hari bisa rusak atau hilang. Kalau misalnya terjadi saya akan bagaimana ya? Bukan bermaksud meminta-minta supaya barangnya hilang hahahaa tapi upaya pencegahan aja. Sedia payung sebelum hujan (kalau tidak naik mobil) wkwkwk.
Saya lupa waktu jaman kapan mungkin waktu kuliah kali ya atau SMA ya hahhaaa kalau ada orang yang berlebihan dengan sesuatu atau berlebihan dengan yang ia miliki, maka pasti akan muncul kalimat ini 'santai mko, dunia ji ini' (artinya: santai aja, ini cuma dunia) wkwkw. Lucu juga menurut saya, tapi ada benarnya. Memang benar, bahwa ini cuma dunia, tidak selamanya, tidak kekal. Benda, hewan, manusia, perasaan, peristiwa, semuanya datang dan pergi bergantian. Whoever you are, you have no idea on how to keep something forever. Cepat atau lambat, sekarang atau nanti, ketika tiba waktunya semua akan pergi dan yang lain akan datang.
Ya, begitu saja siklusnya, datang, pergi, hilang, tumbuh, berganti, selalu, demikian.
Saya yakin, kita, teman-teman semua yang membaca ini pasti lah sudah familiar, sudah tau, sudah hafal di luar kepala kalau tidak ada yang abadi. Ada barang yang hilang, ada orang pergi, lumrah. Kita tidak selamanya ditinggalkan, bisa jadi kita saling meninggalkan. Kita juga bisa jadi orang yang pergi, jadi orang yang hilang. Jadi, ya biasa aja. Memang itu wajar terjadi dan bagian dari proses kehidupan. Jadi, kalau sudah tau, kenapa masih sering sedih yang mendalam? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. Coba tanya-tanya sama diri sendiri, seperti di postingan sebelumnya wkwkk. Seberapa melekatnya kita, seberapa melepasnya kita, hanya kita sendiri yang tau.
Kita manusia, wajar sedih ketika ada yang hilang, wajar senang ketika ada yang datang (umumnya demikian, pun tidak semuanya). Tapi ketika kita tau pakemnya, tau basic dari semuanya, kita tidak akan terlarut, terhanyut dan terbawa, karena kita tau, kita paham, kita sadar betul. Ya, begitulah kira-kira.
Jadi santai mi saja teman-teman wkwkkww
Ada yang hilang, ada yang datang, semuanya, ketika sudah waktunya.
Saya juga masih belajar, mari kita sama-sama belajar untuk tidak terlalu melekat :)
Semoga ada faedahnya ya. Sampai sini dulu.
Sampai ketemu di [tiga puluh dua]
Cheers,
Em 🙆