Hello kawan semua wkwkk
Ketemu lagi yaa, tidak terasa sudah yang ke dua puluh enam nih wkwkw setahun setengah hasilnya dua puluh enam pieces, mayanlah yaaa wkwkwk
Ini lagi mau cerita-cerita soal hal yang sering dialami orang di persimpangan atau bahasa kerennya quarter life crisis. Masa di mana pertanyaan itu banyaaaaak sekali, sebanyak pertanyaan pacar posesif kalau lagi tidak bareng-bareng wkwkwk
Mau ke mana? Mau ngapain? Dua pertanyaan besar dan utama yang sering kita tanyakan ke diri kita sendiri. Pertanyaan tambahan, udah sampai mana? Udah ngapain aja? Makin tambah puyeng gak tuh hahahaaa
Kata orang, quarter life crisis itu banyak mendera manusia-manusia di usia 20an, ya mungkin 20-30 yaa, boleh dibilang di masa jaya-jayanya, di masa produktif-produktifnya, di masa yang paling maksimal buat mengeksplor semua yang bisa dieksplor. Punya tenaga? Punya. Punya waktu? Punya. Punya duit? Hmmm pertanyaan yang sulit hahahaaa setidaknya ada lah, cukuplah gitu kan ya. Jadi memang di masa-masa ini boleh dibilang mungkin the peak of the journey. Peak dalam arti apa yaaa, I'm in this condition btw, peak dalam artian di sini lah waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaan sebanyak-banyaknya. Yak, kind of that lah. Jadi, dalam masa ini kita sering ada di persimpangan, bingung dan bertanya, hidup sudah sejauh ini, tujuannya mau kemana? Hidup tuh ngapain sih? Buat apa sih kita hidup? Those kind of question to find the answer of life purpose.
Jawaban singkatnya, you do you. (Langsung saya ditappe' alias digeplak hahahaa karena jawaban yang tidak solutif). Okayy, markicob! Mari kita coba kulik lebih dalam hehheee
You guys must be familiar with ikigai. Go grab some books about this and read wkwkkww I'm not an expert though, tapi tahu dikit-dikit lah. Coba yaa, singkat aja. Jadi, ikigai itu adalah irisan dari 4 hal (modelnya kayak diagram Venn kalau masih ingat hehehee) yang katanya menjadi alasan untuk kita bangun tiap pagi dan melanjutkan hidup. Jadi, bisa dibilang kalau ikigai itu adalah alasan kita untuk tetap hidup, yang mana bisa juga menjadi tujuan hidup. Setidaknya menjawab pertanyaan mau ngapain tadi. Apa 4 hal itu? Pertama, apa yang kita suka (what you love). Kedua, apa yang kita mahir (what you are good at). Ketiga, apa yang dunia atau masyarakat butuhkan (what the world needs). Keempat, apa yang bisa dihargai dengan uang (what you can be paid for). Secara singkat, kalau keempat hal ini bisa kita temukan jawabannya dan irisannya, so congratulations, that's the answer!
Kalau saya ditanya, mungkin saya juga belum tahu pasti ya apakah saya sudah betul-betul tahu life purpose saya apa. Tapi saya cukup yakin kalau gambaran besarnya sudah ada hanya saja belum detail, hmmmm.
Kalau diingat-ingat lagi dan setelah membaca, melihat yang ada sekarang ini, menurut saya, ada beberapa pendekatan yang bisa kita lakukan untuk menjawab ini (seandainya yang ikigai tadi cukup sulit atau rumit).
Ibaratnya gini, kita sedang naik mobil, kalau kita gak tau mau kemana, kita tidak tau mau jalan lewat mana. Tapi juga, kalau kita tidak tau ini jalan apa, kita tidak tau jalan ini akan membawa ke mana. Bingung gak tuh? Hahahhaaa pertanyaan mau ke mana dan mau ngapain adalah dua hal yang saling berkaitan, yang mana pendekatannya bisa dari salah satunya. Ini akan berkaitan dengan ikigai juga sih nantinya.
Contoh, untuk pendekatan pertama, mau ke mana? Di sini, tujuannya yang harus diketahui lebih dahulu. Kita ini mau hidup kita bagaimana nanti, mau dibawa kemana, mau sukses kah, mau kaya kah, mau terkenal kah, mau apa terserah, boleh detil, boleh gambaran besarnya. Setelah diketahui, maka kita akan mulai bisa mencanangkan atau merencanakan jalannya mau lewat mana. Sama seperti kita mau ke tempat A, kita sudah tau tuh kalau bisa lewat jalan X, Y, atau Z (maafkeun contohnya tidak real wkwkww).
Sedangkan, untuk pendekatan yang kedua, jalan lewat mana? Ini kebalikan dari yang di atas. Nah, di sini, kita lebih melihat ke yang sekarang kita jalani, kita sukanya apa, tertarik di bidang apa, berbakat atau memiliki kemampuan di mana. Setelah itu, kita bisa menganalisa kira-kira yang kita jalani sekarang, ujungnya nanti akan kemana. Sama seperti kita mau lewat jalan X, kita tau jalan ini akan membawa kepada A, B atau C, nah tinggal dipilih kira-kira yang mana yang cocok.
Yah, sebenarnya ini dari kita aja sih lebih cocok yang mana kira-kira, it's really a personal thing. Kalau untuk saya, semua tujuan hidup itu mestinya adalah baik. Jadi apapun itu, it must be a good one, I think. Kalau misalnya kalian merasa kalian belum tau 'mau ke mana?', menurut saya no need to worry too much, anda sudah punya kok, cuma mungkin belum reveal atau belum yakin aja. Seiring berjalannya waktu, banyaknya proses yang dilewati, you will know. Read more references may help hahahhaaaa
Selama kita masih punya semangat untuk bangun tiap pagi dan melakukan sesuatu yang baik, I think, you're on the right track, nearly there! If not, go find one suits you :)
Anyway, menurut saya, tujuan hidup orang itu cenderung berubah seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan setelah dilewatinya berbagai proses kehidupan. Tujuan seorang pemuda yang berusia 25 tahun akan cenderung berbeda dengan tujuan seorang ayah yang punya anak berusia 13 tahun misalnya (saya bilangnya 'cenderung' karena gak bisa mastiin juga tiap orang beda-beda wkwkwkw). Tapi, kalau tujuannya dari awal itu sudah grande (luas) dan relevan untuk kapan saja maka mungkin saja tidak akan berubah, hanya objeknya saja yang berubah tapi masih dalam tujuan yang sama tadi.
Yaaaaak, mungkin segini dulu tentang tujuan hidup which all of these above are purely my personal opinion. I'm not really sure tho if I have one wkwkwkkw pokoknya begitulah yaa, selamat berjuang masing-masing dari kalian. The one thing I am sure is being good, always.
Saran saya, untuk yang begini-beginian bisa baca buku atau dengar podcast atau nonton youtube maybe. I recommend you to listen to podcast Thirty Days of Lunch khususnya episode dengan mas Ivandeva (your kepala will meledak kalau dengar ini wkwkw cus!) atau ada juga beberapa episode lainnya yang berkaitan dengan ikigai, passion or life purpose. My friend recommended me to read Ikigai (yang sampulnya warna biru muda), you can try it too! Di saat teknologi seperti sekarang ini, tidak begitu sulit lagi untuk mencari banyak pengetahuan dan wawasan. Kembali lagi, you do you, okeeeh? wkwkw
Dah yaa, sampai ketemu di [dua puluh tujuh],
All the best, guys!!
Cheers,
Em 🙆