The privilege of a lifetime is being who you are
-Joseph Campbell-
Hai hai teman-teman semua,
Masih dalam suasana stay at home ya wkwkwk semoga selalu sehat dimanapun berada
Jadi kali ini saya mau sharing tentang PRIVILEGE, yep yep, kayaknya ini sempet ngehits deh beberapa waktu lalu yaa. Orang-orang pada ngomongin orang yang punya privilege dan orang yang ga punya privilege. Jadi bagi yang belum familiar, privilege adalah suatu istilah hukum, tapi di sini saya ngomong privilege dalam konteks pembicaraan awam aja yaa yaitu sebuah 'keistimewaan' yang dimiliki seseorang (mungkin tidak semua orang) yang bisa berdampak ke aspek-aspek kehidupannya. Ya, kira-kira kayak gitulah yaa, hak istimewa lah pokoknya.
Nah, kali ini saya pengen melihat privilege ini dari suatu sisi yang berbeda, let's go ..
Jadi, menurut saya, fun fact tentang privilege ini adalah kita secara ramai-ramai menyebut sesuatu itu sebagai privilege ketika sudah ada sesuatu yang terjadi setelahnya. Contohnya mungkin yang baru kemarin cukup banyak dibicarakan yaitu Putri Tanjung yang diangkat menjadi staf khusus Presiden. Setelah itu, banyak yang ngomong bahwa dia bisa mendapatkan posisi itu karena punya 'privilege' dari bapaknya yang adalah Chairul Tanjung yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Nah setelah mikir, saya jadi bertanya-tanya, seandainya Putri Tanjung tidak menjadi pengusaha, tidak dikenal, dan tidak menjadi staf khusus apakah menjadi seorang anak Chairul Tanjung masih menjadi sebuah 'privilege'? Apakah orang-orang tetap akan ramai membicarakan privilege sebagai seorang anak dari Chairul Tanjung?
Saya ga tau ya, mungkin ada yang sependapat ataupun tidak, yang saya pikirkan adalah kita tuh nyebut-nyebut 'privilege' setelah sesuatu sudah terjadi. Dan parahnya lagi, sering meng-kambing hitam-kan privilege itu dan mengesampingkan hal-hal lain yang mungkin lebih penting dari privilege itu sendiri (maap ya kata-katanya ngulang-ngulang hahahaaa)
Masih dengan contoh tadi, dari perspektif kita, orang luar yang bukan Putri Tanjung, kita mungkin akan berpikiran 'enak ya jadi anaknya Chairul Tanjung, punya privilege bisa jadi stafsus' (contohnya demikian). Kita menjadikan si 'privilege' itu sebagai excuse atau alasan yang negatif aja gitu menurutku. Kita selalu melihat orang yang sukses atau orang yang berhasil itu karena dia punya 'privilege' yang seolah-olah kita ga punya misalnya dia anak orang kaya lah, dia pintar lah, dia anaknya si X lah, dia cantik lah dan masih banyak lagi. Mata kita hanya tertuju pada 'privilege' dan menutup mata untuk usaha-usaha keras yang sudah orang itu lakukan di balik semua pencapaiannya.
Bagi Putri Tanjung, mungkin menjadi seorang anak Chairul Tanjung itu bukan privilege. Mungkin dia juga lelah berada di bayang-bayang bapaknya. Mungkin dia juga mau usahanya diakui tanpa ada embel-embel orang tuanya. Who knows. Ini hanya tebak-tebakan saya saja hehehee
Tapi, intinya adalah jangan melihat privilege sebagai sesuatu yang buruk gitu. Karena seringkali privilege meninggalkan kesan buruk yang seperti 'jalan pintas'. Jangan juga merasa kalau diri kita tidak punya privilege dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Semua orang punya privilege, karena privilege itu kita yang ciptakan sendiri, konsep yang kita bentuk di pikiran kita. PRIVILEGE adalah KITA, sama seperti judul topik kali ini wkwkkww
Nah, kok bisa??
Saya coba kasih contoh ya,
Seorang anak yang orang tuanya kaya, dia punya privilege, karena orang tuanya mampu, dia bisa dapat modal dari orang tuanya dengan mudah lalu memulai usaha
Seorang anak orang tuanya kurang mampu, dia juga punya privilege, karena dia punya semangat dan motivasi yang berbeda dari orang-orang lain, dia punya privilege untuk bisa bangkit dan membuat perubahan, mungkin dia juga akan memulai usaha
Kedua contoh di atas ada terjadi di dunia nyata. Semua orang punya peluang untuk menjadi apa yang dia mau, karena sekali lagi semua orang punya privilege kok. Bisa lahir jadi manusia aja privilege loh. Memang saat lahir kita tidak bisa memilih, tapi setelah kita lahir kita bisa memilih jalan apa, usaha apa yang kita tempuh. Menjadi diri kita sendiri itu sebuah privilege yang orang lain tidak punya. Being you is a super privilege, you are the privilege! wkwkwk.
Jadi, untuk orang-orang yang mungkin masih melihat pencapaian orang lain karena privilege, sudahlah, cukup yaa wkwwkk, anda, saya, kita masing-masing punya privilege kok, so stop making excuses. Menurut saya, privilege tidak lebih hanya sekedar konsep kelebihan-kekurangan sebagai manusia yang mana semua orang punya. Nobody is perfect. Yang penting niat dan usaha, jangan lupa berdoa juga. Okeh okeh? Wkwkwk
Jadi, untuk orang-orang yang mungkin masih melihat pencapaian orang lain karena privilege, sudahlah, cukup yaa wkwwkk, anda, saya, kita masing-masing punya privilege kok, so stop making excuses. Menurut saya, privilege tidak lebih hanya sekedar konsep kelebihan-kekurangan sebagai manusia yang mana semua orang punya. Nobody is perfect. Yang penting niat dan usaha, jangan lupa berdoa juga. Okeh okeh? Wkwkwk
Jadi, sekali lagi privilege adalah kita hehee
Sekian dulu yaa, semoga bermanfaat, maafkan jika ada kesalahan
Stay safe, stay sane, stay home :)
See ya at [dua puluh tiga]
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment