It is not possible to shut everyone's mouth, to close everyone's eyes, or to change everyone's attitude but it is always possible to control your heart and mind
-Anonim-
Hello again guys ...
Udah lama juga ya gak update lagi hahaaa maafkeun ketidakkonsistenan saya dikarenakan beberapa hal hahaa
Jadi hari ini kita mau belajar fisika dulu yaa hahaa ya kagaklah ya ..
Apakah teman-teman masih ingat Hukum Newton III yang bunyinya F aksi = - F reaksi?
Banyak orang berpikir seperti ini 'sikapku ditentukan oleh sikapmu kepadaku', quite make sense. Jika orang baik pada kita, kita juga baik pada mereka. Kalau orang jahatin kita, mungkin kita bisa lebih jahat lagi sama mereka.
But, another perspective may come. Kenapa kita harus selalu bergantung pada orang lain? Bukankah kita bisa menentukan sikap kita sendiri?
Banyak hal, sakit hati, kecewa, marah, senang, sedih kemungkinan besar dikarenakan dari sikap orang lain kepada kita.
Jika dipikir-pikir lagi, cukup aneh bukan?
Kita tidak bisa mengontrol orang lain, tidak bisa mengontrol semua orang di dunia ini, tidak bisa menentukan sikap orang lain, lalu mengapa kita harus bergantung kepada itu semua?
Biarlah kita mengontrol apa yang ada dalam teritori kita, dalam kemampuan dan kesanggupan kita yaitu diri kita sendiri.
Contoh kasus, banyak sih sebenarnya yang sering terjadi di kehidupan kita setiap harinya, misalnya karena orang jahat sama kita, kita jadi membalas jahat sama orang tersebut. Di satu sisi mungkin ini hal wajar, tapi itu adalah pilihan. Tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat pada kita adalah satu pilihan yang sangat mungkin untuk dilakukan, tentu dengan semua tantangannya.
Contoh lain, orang yang nyinyir kepada kita yang akhirnya membuat kita sedih atau marah. Menutup mulut orang-orang nyinyir itu hampir tidak mungkin bisa kita lakukan, mengubah pola pikir orang, sikap orang, kebiasaan orang bukan hal yang gampang. Ya kali kita bisa mengubah hati semua orang wkwkwk, tapi kita punya hak sepenuhnya untuk memilih untuk diri kita. Memilih merasa sedih, memilih merasa marah, memilih untuk ikhlas, memilih untuk bahagia, memilih untuk menghargai kerja keras diri sendiri, memilih untuk tetap baik-baik saja. Semua adalah pilihan kawan-kawan sekalian.
You do you.
Hari ini ada orang yang tidak ramah kepada kita, tidak baik kepada kita, tidak masalah. Uang 100 ribu rupiah tidak akan menjadi 100 ribu rupiah dengan sanjungan orang, tidak akan kehilangan nilai 100 ribu rupiahnya karena diinjak-injak. Uang seribu rupiah tidak akan menjadi 100 ribu meskipun saya meneriaki uang itu 'kamu 100 ribu, kamu 100 ribu'. Orang gila kali saya ini hahahaa
Begitupun kita, kita tidak akan menjadi lebih baik hanya karena didengung-dengungkan pujian, disanjung-sanjung setinggi langit. Pun bukan berarti kita buruk jika kita dihina, dimaki ataupun diremehkan.
Kita ingin menjadi lebih baik atau lebih buruk, itu pilihan kita, keputusan kita sendiri, tidak ada urusan dengan orang lain.
Untuk hal-hal seperti ini, mungkin kita sudah lumrah dengan ilmunya, sudah tau, sudah sering lihat dan dengar. Tapi, aplikasinya mungkin belum. Masih sulit, masih gimana gitu ya hahahaa
Mulailah belajar, saya masih belajar, kita sama-sama belajar.
Belajar mengendalikan diri, mengendalikan hati, mengendalikan pikiran.
Biarlah orang lain juga melakukan pekerjaan mereka sendiri, mengendalikan diri, hati, dan pikiran mereka masing-masing. Biarlah setiap orang belajar, karena semua dimulai dari diri sendiri.
Jadi, dalam hal ini, mon maap nih ya mbah Newton yang kuhormati dan kufavoritkan ilmunya selama masa sekolah bahkan sampai sekarang ini, F reaksi tidak harus selalu besarnya sama dengan F aksi (dengan arah berlawanan). Tidak selamanya pukul dibalas dengan pukul, maki dibalas dengan maki.
Kita masih bisa belajar lebih bijak, lebih baik. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Lebih berdamai dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain.
Jika kita bisa mengendalikan hati dan pikiran kita, maka sudah pasti, kelegaan itu ada, kemandirian (ketidaktergantungan) itu ada, dan kebahagiaan itu ada.
See ya at [lima belas]
Cheers,
Em 🙆
No comments:
Post a Comment