"And as I like to tell the C students ... You, too, can be president."
- George W. Bush -
Pada suatu sore ada seorang uncle yang kebetulan kantornya berada di sebelah rumah saya. Hampir setiap hari belio datang ke rumah untuk sekedar jajan kue dan bercengkerama dengan papa saya. Dan saat itu, kebetulan saya yang sedang jaga warung dan terjadilah percakapan berikut
Uncle : Kalau IPK tinggi itu berapa ya?
Me : Hm, paling tinggi 4,0
Uncle : Artinya pintar ya kalau IPK nya tinggi, bagus masa depannya
Me : Hehehe
After that, saya langsung mikir, I get to write this on my blog, this is a misconception hohooo
Yap, cara berpikir yang, hm, menurut saya cukup sempit dengan "menerawang" masa depan berdasarkan prestasi akademik semasa sekolah. I am not saying that education is not important, NO, education is so crucial for someone's future. Tapi, ada hal lain yang perlu dilihat selain "nilai" yang tertera pada ijazah. I want to say that "hidup tidak sekuantitatif itu". We cannot measure life using numbers. Fiuhh ..
Let's see the reality, gak semua orang sukses punya latar belakang pendidikan yang mulus. Contohnya Steve Jobs yang drop out dari kampusnya, atau Mark Zuckerburg bosnya Facebook yang lebih memilih Facebook nya daripada kuliahnya. Eits, tunggu dulu, mereka adalah contoh tokoh-tokoh sukses yang tidak menyelesaikan pendidikan formalnya. Tapi, tentu banyak juga di luar sana orang yang hidupnya kesusahan karena tidak menyelesaikan pendidikan formalnya. Ada, banyak. Jadi, pendidikan saja bukanlah penentu kesuksesan seseorang.Kesuksesan seseorang ditentukan oleh banyaknya faktor selain pendidikan, seperti karakter, soft skill, dan attitude contohnya yang mana hal-hal ini tidak diperoleh secara langsung di bangku sekolahan.
Saya jadi teringat perkataan salah satu dosen saya, "Kalau kuliah, jangan main-main, jangan menggunakan tameng bahwa Steve Jobs yang putus kuliah saja bisa sukses, karena kalian bukan Steve Jobs, dan kalian tidak tahu apa yang dia telah lakukan saat dia memilih berhenti kuliah. Kalau kalian saat ini tidak sedang melakukan apa-apa, maka belajarlah yang baik". Saya setuju dengan dosen saya ini. Di zaman seperti sekarang ini, punya latar belakang pendidikan yang baik saja kadang susah mencari pekerjaan apalagi yang tidak punya. But, I don't deny for those who can survive and success without educational background, that's great, really. Tapi untuk kita atau kalian yang merasa masih bisa sekolah maka tempuhlah pendidikan itu dengan baik. Belajarlah bukan untuk nilai tetapi untuk ilmu, carilah pengalaman sebanyak mungkin semasa sekolah, asahlah soft skill yang bisa diperoleh semasa sekolah, bentuklah karakter terbaik mu semasa sekolah.
Jadi, kesuksesan bukan tentang nilai kita di ijazah. Itu bukan yang paling penting. Hal yang lebih penting adalah ilmu yang kita punya, karakter yang kita miliki, soft skill yang kita kuasai, attitude yang kita biasakan, yang mana semuanya itu sangat bisa kita peroleh saat kita menempuh pendidikan.
Teruslah belajar untuk suksesmu, karena hidup bukan sekuantitatif nilai di ijazahmu, belajarlah untuk ilmu bukan untuk nilai.
Semangat, dari yang masih dan terus belajar,
See ya at [delapan]
Em 🙆
Saya jadi teringat perkataan salah satu dosen saya, "Kalau kuliah, jangan main-main, jangan menggunakan tameng bahwa Steve Jobs yang putus kuliah saja bisa sukses, karena kalian bukan Steve Jobs, dan kalian tidak tahu apa yang dia telah lakukan saat dia memilih berhenti kuliah. Kalau kalian saat ini tidak sedang melakukan apa-apa, maka belajarlah yang baik". Saya setuju dengan dosen saya ini. Di zaman seperti sekarang ini, punya latar belakang pendidikan yang baik saja kadang susah mencari pekerjaan apalagi yang tidak punya. But, I don't deny for those who can survive and success without educational background, that's great, really. Tapi untuk kita atau kalian yang merasa masih bisa sekolah maka tempuhlah pendidikan itu dengan baik. Belajarlah bukan untuk nilai tetapi untuk ilmu, carilah pengalaman sebanyak mungkin semasa sekolah, asahlah soft skill yang bisa diperoleh semasa sekolah, bentuklah karakter terbaik mu semasa sekolah.
Jadi, kesuksesan bukan tentang nilai kita di ijazah. Itu bukan yang paling penting. Hal yang lebih penting adalah ilmu yang kita punya, karakter yang kita miliki, soft skill yang kita kuasai, attitude yang kita biasakan, yang mana semuanya itu sangat bisa kita peroleh saat kita menempuh pendidikan.
Teruslah belajar untuk suksesmu, karena hidup bukan sekuantitatif nilai di ijazahmu, belajarlah untuk ilmu bukan untuk nilai.
Semangat, dari yang masih dan terus belajar,
See ya at [delapan]
Em 🙆
No comments:
Post a Comment