Sunday, 31 March 2019

[tujuh] Hidup Tidak Se-Kuantitatif Itu, Uncle!

"And as I like to tell the C students ... You, too, can be president."
- George W. Bush -

Pada suatu sore ada seorang uncle yang kebetulan kantornya berada di sebelah rumah saya. Hampir setiap hari belio datang ke rumah untuk sekedar jajan kue dan bercengkerama dengan papa saya. Dan saat itu, kebetulan saya yang sedang jaga warung dan terjadilah percakapan berikut
Uncle : Kalau IPK tinggi itu berapa ya?
Me : Hm, paling tinggi 4,0
Uncle : Artinya pintar ya kalau IPK nya tinggi, bagus masa depannya
Me : Hehehe

After that, saya langsung mikir, I get to write this on my blog, this is a misconception hohooo
Yap, cara berpikir yang, hm, menurut saya cukup sempit dengan "menerawang" masa depan berdasarkan prestasi akademik semasa sekolah. I am not saying that education is not important, NO, education is so crucial for someone's future. Tapi, ada hal lain yang perlu dilihat selain "nilai" yang tertera pada ijazah. I want to say that "hidup tidak sekuantitatif itu". We cannot measure life using numbers. Fiuhh ..

Let's see the reality, gak semua orang sukses punya latar belakang pendidikan yang mulus. Contohnya Steve Jobs yang drop out dari kampusnya, atau Mark Zuckerburg bosnya Facebook yang lebih memilih Facebook nya daripada kuliahnya. Eits, tunggu dulu, mereka adalah contoh tokoh-tokoh sukses yang tidak menyelesaikan pendidikan formalnya. Tapi, tentu banyak juga di luar sana orang yang hidupnya kesusahan karena tidak menyelesaikan pendidikan formalnya. Ada, banyak. Jadi, pendidikan saja bukanlah penentu kesuksesan seseorang.Kesuksesan seseorang ditentukan oleh banyaknya faktor selain pendidikan, seperti karakter, soft skill, dan attitude contohnya yang mana hal-hal ini tidak diperoleh secara langsung di bangku sekolahan. 

Saya jadi teringat perkataan salah satu dosen saya, "Kalau kuliah, jangan main-main, jangan menggunakan tameng bahwa Steve Jobs yang putus kuliah saja bisa sukses, karena kalian bukan Steve Jobs, dan kalian tidak tahu apa yang dia telah lakukan saat dia memilih berhenti kuliah. Kalau kalian saat ini tidak sedang melakukan apa-apa, maka belajarlah yang baik". Saya setuju dengan dosen saya ini. Di zaman seperti sekarang ini, punya latar belakang pendidikan yang baik saja kadang susah mencari pekerjaan apalagi yang tidak punya. But, I don't deny for those who can survive and success without educational background, that's great, really. Tapi untuk kita atau kalian yang merasa masih bisa sekolah maka tempuhlah pendidikan itu dengan baik. Belajarlah bukan untuk nilai tetapi untuk ilmu, carilah pengalaman sebanyak mungkin semasa sekolah, asahlah soft skill yang bisa diperoleh semasa sekolah, bentuklah karakter terbaik mu semasa sekolah. 

Jadi, kesuksesan bukan tentang nilai kita di ijazah. Itu bukan yang paling penting. Hal yang lebih penting adalah ilmu yang kita punya, karakter yang kita miliki, soft skill yang kita kuasai, attitude yang kita biasakan, yang mana semuanya itu sangat bisa kita peroleh saat kita menempuh pendidikan. 

Teruslah belajar untuk suksesmu, karena hidup bukan sekuantitatif nilai di ijazahmu, belajarlah untuk ilmu bukan untuk nilai.

Semangat, dari yang masih dan terus belajar,
See ya at [delapan]
Em 🙆

Friday, 29 March 2019

[enam] Bersyukurlah!

Ketika kamu sudah jarang berkumpul dengan teman-temanmu karena kesibukan masing-masing
Bersyukurlah, kesuksesan semakin dekat dengan kalian

Ketika kamu mengeluh karena tugas kuliah yang begitu banyak
Bersyukurlah, kamu sedang ditempa untuk menjadi lebih kuat

Ketika kamu kecewa karena temanmu ingkar janji
Bersyukurlah, kamu sedang belajar bersabar

Ketika kamu belum punya kendaraan, dan harus berjalan kaki kemana-mana
Bersyukurlah, kamu punya kesempatan untuk menjadi lebih sehat

Ketika temanmu meminjam uangmu dan lupa mengembalikannya
Bersyukurlah, kamu sedang belajar memberi dan melepaskan

Ketika kamu putus dengan pacarmu,
Bersyukurlah, kamu dijauhkan dari orang yang salah

Ketika kamu sakit,
Bersyukurlah, kamu ada kesempatan beristirahat

Ketika atap rumahmu bocor, 
Bersyukurlah, kamu masih lebih beruntung dibandingkan orang-orang yang tak memiliki rumah untuk berteduh

Ketika gajimu masih sedikit,
Bersyukurlah, kamu masih bisa belajar berhemat, banyak orang yang menginginkan bekerja sepertimu

Ketika kamu mengomel karena dibangunkan di pagi hari
Bersyukurlah, karena kamu masih bisa bangun pagi dengan sehat

Ketahuilah bahwa begitu banyak hal yang dapat kita syukuri dalam hidup ini, sekalipun itu hal yang kita anggap buruk. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda, selalu ada pelajaran yang bisa diambil dalam suatu peristiwa. Bersyukurlah karena ada begitu banyak orang yang hidup dalam keadaan kurang beruntung daripada kita. 

Hidup akan lebih bahagia jika kita bersyukur.

See you at [tujuh],
Em 🙆

Saturday, 9 March 2019

[lima] #MulaiAjaDulu

Success is not final. Failure is not fatal. It is the courage to continue that counts.
-Winston S. Churchill-
Hello!!
Kali ini pengen ngambil promo tagline dari salah satu toko online yang terkemuka di Indonesia dan belakangan ini sering banget kita lihat iklannya di TV, #MulaiAjaDulu (taulah ya toko online mana hehee gak endorse lho)

So, it's simple, very simple, but those words are so damn trueee. Banyak orang yang bilang fase paling sulit dalam ngelakuin sesuatu adalah memulainya. That's it. Kita semua pasti pernah mengalaminya kan, contoh paling kecil deh, mandi. Apa sih susahnya mandi? Semua juga bisa, nyiram-nyiram badan doang, sabunin, bilas, udah. Tapi kadang-kadang mau mandi aja susah banget, apanya yang susah? Yaa yang pertama pastinya kemageran kita, buat beranjak dari kasur ke kamar mandi nya yang susah. Mulai geraknya yang susah. Yang kedua mungkin kalau airnya lagi gak ngalir kali ya gimana mau mandi hehee

But, ya that's the point, kita terlalu sering memiliki ketakutan-ketakutan untuk hal-hal yang masih belum pasti (dan juga kemalasan biasanyaa) padahal kans untuk sukses dan berhasil itu selalu ada. Be positive guys. Misalnya nih, pengen bisnis tapi takut rugi, takut gak ada pasar, atau pengen sehat tapi bilangnya sibuk gak sempet olahraga, gak ada yang masakin jadi makannya gak sehat, atau mau belajar nulis tapi takut gak ada yang baca, takut jelek, dll. 

We have too much fear here that makes us forget that successful is there waiting for us. 

So, it's simply, #MulaiAjaDulu, just start it. Oh iya tapi di sini bukan berarti "hantam lurus" ya, semacam maju aja gitu tanpa persiapan dan senjata hahaa wah bisa berabe nih. Memulai di sini berarti bahwa kita mulai beranjak untuk melakukan kegiatan kita yang besar dengan hal-hal yang kecil-kecil (macam nyicil gitu) dengan pikiran sepositif mungkin. Kita bisa mulai dari mempersiapkan, mempertimbangkan, menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan, dan seterusnya sampai yang kecil-kecil tadi menjadi suatu yang besar. Pokoknya gitu lah ya hahahaa

Jadi, saya nulis ini buat ngajak diri saya sendiri dan kalian semua untuk #MulaiAjaDulu dengan rencana-rencana kita. Sukses bukan akhir, gagal bukan mati. Semua adalah proses. Rencana-rencana besar ditentukan oleh satu langkah pertama dan langkah-langkah kecil berikutnya yang kita ambil. Stay positive, your success is already there. 

Cheers, see ya at [enam]
Em 🙆

Saturday, 2 March 2019

[empat] Komunikasi

Good communication is the bridge between confusion and clarity
- Nat Turner -

Ketika pikiran tak mampu dibaca
Ketika sorot mata tak mampu diartikan
Ketika raut wajah tak mampu ditebak
Saat itulah, kata mengambil peran

Komunikasi menjadi penting dalam suatu hubungan
Entah itu keluarga, persahabatan, apalagi hubungan untuk masa depan
Tanpa komunikasi bagai perselisihan
Hanya diam tanpa lisan

Apapun itu, meskipun sulit dan pahit
Tanpa jarum, benang takkan terjahit
Tanpa kata, kondisi akan berbelit
Bicaralah, agar tiada curiga terbesit 


Dah, itu aja heheee dah bisa ya jadi kayak presenter gitu hohooo 😎😂
Cuma mau bilang kalau komunikasi itu penting dalam semua tahap kehidupan ini, 
karena manusia bukan dewa atau Tuhan yang bisa membaca pikiran
Sekian

Cheers, sampai bertemu di [lima]
Em 🙆