lagi tidak punya quotes, unfortunately
Setelah melalui kehidupan selama 3 dekade ini, belakangan baru benar-benar menyadari kalau ternyata cara orang menjalani hidup ini sangat bervariasi alias sangat berbeda-beda. Yang ekstrim ada, yang biasa-biasa saja ada, yang lemes juga ada.
And at the end of the day, semua itu tentang apa pilihan yang kita ambil, tentunya diikuti dengan konsekuensinya (both good and bad).
Saya menyadari orang-orang bisa punya pilihan yang berbeda, karena pilihan orang-orang kadangkala berbeda dengan pilihan saya ataupun berbeda dengan pilihan orang-orang lain yang pernah saya lihat.
Saya pun bisa membayangkan ketika misalnya ada 10 orang yang diberikan uang dengan jumlah yang besar, katakanlah 10 juta. Saya yakin mungkin di atas 80% dari 10 orang itu pasti akan memiliki pilihan yang berbeda. Mungkin ada yang mau berlibur, ada yang mau belanja sembako, ada yang mau belanja baju baru, ada yang mau ditabung, ada yang mau sedekah, ada yang mau beli saham, ada yang mau beli emas, ada yang mau dipake sekolah. Banyak macamlah.
Tentunya pilihan-pilihan ini pasti ada alasan di belakangnya. Latar belakang yang berbeda, pengalaman hidup yang berbeda, tujuan hidup yang berbeda akan menghasilkan pilihan-pilihan yang berbeda juga.
Pilihan ini bukan soal benar dan salah. Tapi apakah kita siap menjalani pilihan itu dengan konsekuensinya untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Hanya saja, memang sulit untuk menalar ketika kita memiliki pilihan yang berbeda dengan orang lain. Namun, kembali lagi, perbedaan pilihan itu terjadi karena perbedaan latar belakang, perbedaan prinsip, atau perbedaan tujuan. Jadi wajar saja kalau orang akan memilih pilihan yang berbeda. Kitapun tentunya tidak harus memilih hal yang sama dengan orang lain, begitupun sebaliknya.
Tapi, mungkin, untuk memudahkan kehidupan, ada baiknya jika kita berjalan dengan orang yang kita tau akan memilih hal yang sama dengan kita. Mungkin tidak semua hal, tapi di kebanyakan hal. Agar kita tidak perlu berselisih atas pilihan yang berbeda, pun tidak perlu menalar kenapa harus ada perbedaan.
I'll see you again at [seratus sepuluh], while re-organizing my mind and brain connection in writing.
Cheers,
Em 🙆