every person is a human being
Hello guys, tidak terasa sudah penghujung November, sedikit lagi kita akan menyambut tahun yang baruuu yuhuuu
So, hari ini mau nulis nulis dulu sedikit wkwkkww
Kebanyakan topik yang saya tulis di blog ini muncul randomly dari momentum-momentum kecil, yang tiba-tiba memberi kesan tersendiri terus memunculkan pemikiran-pemikiran random wkwkwk, nah yang ini termasuk salah satunya.
Jadi, beberapa waktu lalu, saya habis menghadiri salah satu presentasi dari seseorang yang posisinya cukup tinggi di kantor, and I admire her so much, kyk kerennya ini ibuu kwkwkw
Nah, singkat cerita (wkwkwk singkat memang ji ini postingan HAHHA), ada satu momen yang membuat saya menyadari sesuatu. Saat presentasi itu, menurut pandangan subjektif mata saya (jadi ini klaim sepihak ygy, saya ndaktau ibunya merasakan apa saat itu), ibunya terlihat cukup gugup, kelihatan dari cara beliau menyampaikan materinya (however, the meeting ended very well). Ini hanya sebuah momen kecil dari presentasi dan diskusi selama kurang lebih 3-4 jam itu. Kebetulan waktu itu pesertanya juga ada dari eksternal dan ada yang bertanya-bertanya gitulah. Jadi memang tense nya beda ya hahahaa. Di momen yang sangat singkat itu, saya melihat sisi "manusia" nya ibu ini. Saya jadi berpikir, wah ibu ini, yang pastinya dikagumi banyak orang, bisa juga ada gugupnya di depan khalayak.
Then, what's next?
Sejujurnya saya juga masih bingung mendeskripsikan apa yang saya rasakan waktu itu, belum nemu kata-kata yang pas. Tapi, setelah berpikir beberapa hari sebelum menulis ini, mungkin saya akan lihat dari 2 point of view. Yang pertama, dari sisi sebagai ibu ini, bahwa bagaimana pun seseorang, sehebat apa pun dia, dia adalah seorang manusia, yang pasti tidak lepas dari sifat-sifat manusia yang tidak sempurna dan sangat wajar. Misalnya gugup, atau ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, which are normal. Setelah kejadian itu, bukan berarti kekaguman saya berkurang, tapi saya malah jadi rispek dan bisa mengerti memahami dan memaklumi sisi "kemanusiaan" ibu ini. Jadi, kayak siapapun itu, lihatlah dia sebagai seorang manusia, dia bukan orang yang sempurna, jadi kalau ada kesalahan minor 1 2 ya itu wajar dan tidak menganulir hal-hal hebat yang pernah ia buat. Yang pov kedua adalah mungkin pelajaran yang bisa saya ambil, bahwa saya juga manusia. Apalagi posisi saya masih jauh di bawah ibu itu ya, memang mesti banyak belajar. Dan bahwa, doing a mistake itu tidak apa-apa loh. Memang itu manusiawi. Orang sehebat itu aja bisa melakukan kesalahan kecil dan orang lain pasti bisa memaklumi. Jadi kalau kita melakukan kesalahan kecil, itu tidak apa-apa, bisa dijadikan pelajaran, dan orang-orang yang tau kita, pasti akan memaklumi, karena itu bukan kesengajaan, itu hanya memang sisi manusia kita saja, tidak sempurna dan tidak akan pernah.
Ya kira-kira begitulah yaaa hahahaa semoga nyampe apa yang mau saya sampaikan. Karena kita juga manusia, mari kita memanusiakan sesama manusia. Termasuk di dalamnya tidak over ekspektasi dan tidak under estimate. Secukupnya saja.
That's it. And I'll see you at [seratus lima],
Cheers,
Em 🙆