hidup adalah proses pembiasaan diri karena hidup tidak pernah lepas dari perubahan
Selamat tahun baru yorobunnn wkwkkw
It took 12 days to post this one hehehe
This thought comes when I think about changes that need to be done. Sejak kita masih kecil, kemudian mulai sekolah SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, nikah dan seterusnya, itu semua proses kehidupan yang mengalami perubahan dari masa ke masa.
Waktu kecil, kita selalu didampingi orang tua, diajar jalan, diajar makan, diajar semua hal-hal baru. Kemudian waktu masuk sekolah, kita punya teman, kita belajar berbagi dengan teman, belajar membentuk kelompok, belajar pertemanan itu apa, persahabatan itu apa, bahkan perselisihan itu apa. Kita mengalami proses perubahan dari yang circle kita hanya orang tua dan keluarga, kemudian mulai bertambah orang-orang asing ini masuk dan menjadi dekat. Dari kita pun tentu melakukan penyesuaian, dari apa yang biasanya kita simpan sendiri, kita mulai belajar terbuka dengan orang lain, mulai menceritakan apa yang kita pikirkan dan rasakan.
Kemudian, ketika semakin dewasa, kita mulai belajar untuk independen, adulting process, mengurus diri sendiri, mengurus orang rumah, mengurus adik, mengurus orang tua, memikirkan masa depan. Terbiasa mengusahakan semua sendiri.
Ketika kita memiliki pasangan, kita kembali belajar untuk berbagi, belajar untuk bersandar. Bahwa ada orang lain yang bisa kita andalkan, yang bisa kita bagikan berbagai cerita dan pemikiran kita.
Ketika (nantinya) punya anak (kalau sekarang belum punya), kita harus belajar juga, membagi kasih sayang, membagi waktu ke makhluk kecil yang sudah pasti sangat kita sayangi. Mungkin jungkir balik, tapi namanya juga belajar.
Jangan salah, perubahan dari independen menjadi dependen sama susahnya seperti dari dependen menjadi independen. Kadang-kadang ada unsur ego nya, dimana kita sudah terbiasa melakukan hal-hal sendirian, kemudian berganti menjadi kita harus menggantungkan hal itu pada orang lain (yang sebenarnya memang bisa diandalkan, dan tidak ada salahnya juga), namun, kadang-kadang harus diakui itu adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu untuk menjadi terbiasa.
Jadi, menurut saya, semua nya itu proses pembiasaan dan pembelajaran dari satu tahapan ke tahapan yang lain. Dan untuk memasuki tahapan baru, kita harus menyiapkan diri, mungkin melepas hal-hal yang dulu kita genggam erat-erat, ataupun mulai meraup apa-apa yang dibutuhkan untuk tahap baru ini. Semua pembelajaran pasti bisa kita lewati dengan ikhlas selama kita tau tujuan mana yang kita ingin capai.
Sama seperti waktu TK kita hanya boleh pakai pensil, kemudian ketika SD sudah boleh pakai bolpen. Dari yang terbiasa menulis salah bisa dihapus, sekarang dengan bolpen harus lebih hati-hati. Dari yang menulis pakai pensil agak buram, sekarang pakai bolpen yang terang dan jelas. Kira-kira begitulah ya, maaf agak berantakan, tapi mungkin ini tidak sesederhana pensil dan bolpen hehe.
Sampai ketemu di [delapan puluh sembilan]
Cheers,
Em 🙆