'biar mi seadanya mo dulu, kumpul pertama ji dulu' - seorang mahasiswa semester 3 yang lima laporannya dalam seminggu wkwkkww
Halo again semuanya wkwkwk ternyata sudah hampir sebulan ini belum post
Jadi mikir, kadang-kadang ada yang bilang, kalau mau lakukan sesuatu itu baiknya ditarget, misalnya posting tulisan sebulan sekali. Tapi, ada juga yang bilang, wah kalau ditarget seperti itu nanti jadinya terpaksa hanya untuk memenuhi target. Ya, kalau dipikir-pikir (mending nda usah dipikir, eh wkwkwk), dua-duanya benar. Dan, sebenarnya, mereka saling mengkondisikan satu sama lain. Tapi, yang menjadi keliru adalah ketika salah satu statement tersebut dianut dan dipercayai tanpa mempertimbangkan statement yang satunya. Jadi, kalau ada target jadinya kita tidak terlena dengan hal-hal di luar target itu, soalnya kalau sama sekali tidak ada target juga kayak ndak ada motivasi kan. Tapi, kalau semata-mata (nah bagus ni kata "semata-mata" wkwkwk) hanya karena target juga salah, karena jadinya semacam menggugurkan kewajiban saja. Jadi, memang mesti dua-duanya, mesti di tengah. Begitu intermejo nya ya ges wkkkwkw
Okee, sebenarnya draft ini sudah cukup lama ya tersimpan, idenya juga, tapi malas nulisnya hahhaa *dasar
Jadi ini agak mengkorelasikan apa yang pernah ditemui dalam bekerja dengan apa yang saya lakukan saat kuliah wkwkw
Jadi, mau cerita dulu sedikit, dulu waktu kuliah itu kan ada praktikum ya, terus, tiap praktikum itu ada laporannya. Aturan yang berlaku adalah laporan harus dikumpul pertama kali 2 hari setelah praktikum tersebut. Aturan tambahannya, kalau dalam 2 hari itu tidak mengumpulkan laporan maka laporannya dianggap batal atau diberi nilai nol. Jadi, karena mahasiswanya sangat sibuk dan cerdik (hehee), biasanya saat kumpul pertama itu, laporan kami cuma sampul dan menulis ulang apa yang dikerjakan di lab. Belum ada pembahasan sama sekali. Intinya, yang penting kumpul pertama dulu, mau ada isinya atau tidak ada, tidak menjadi soal, itu urusan nanti. Kami hanya menyelamatkan laporan dulu (daripada laporannya batal kan ya wkwkw). Lagipula, selengkap apapun isi laporan itu saat kumpul pertama, seringnya tetap ada pantulan atau revisi yang diberikan, jadi ya tetap akan dikerjakan lagi wkwkwkw. Kakak asisten lab pun nampaknya sudah paham dengan pola tersebut (mungkin mereka juga dulunya begitu, karena laporan bukan cuma 1, dalam seminggu bisa 3 atau 4 bahkan 5 yang harus dikumpulkan). Nantinya, seiring berjalan pengumpulan berikutnya baru kami lengkapi satu per satu, hasil, pembahasan, dan pertanyaan-pertanyaan tambahan dari kakak-kakak asisten untuk melengkapi isi laporan itu. Begitulah sampai akhirnya laporan tersebut ACC dan bisa lanjut ke praktikum berikutnya.
Nah, menilik dari kejadian itu, saat bekerja pun, menurut saya, sedikit banyak bisa mengaplikasikan metode ini, khususnya untuk hal-hal yang menurut saya cukup susah atau butuh waktu untuk menyelesaikan.
Contoh sederhana mungkin membuat presentasi. Mungkin kita membutuhkan banyak data atau banyak informasi untuk membuatnya jadi presentasi yang bagus. Tapi, kalau di awal mah, mulai aja dulu bikin sampul wkwkkw atau bikin outline. Ya apa sajalah yang bisa dibuat dulu, nanti pelan-pelan baru dilengkapi. Karena kadang-kadang membayangkan saja sudah susah apalagi mengerjakannya. Tapi, kalau tidak dimulai untuk dikerjakan juga tidak akan rampung-rampung. Jadi, kalau dipikir-pikir, prinsip kumpul pertama ini, not bad juga, dan applicable ternyata. Prinsipnya sebenarnya lebih ke mulai aja dulu hahaha karena everything starts with a single step, betul?
Dengan melakukan itu beberapa kali, jadinya pola yang terbentuk adalah, apapun pekerjaannya, jadinya bisa ditanggapi dengan lebih realistis. Memang banyak pekerjaan tidak bisa diselesaikan dalam semalam, oleh karena itulah, mulailah seawal mungkin, namanya juga pertama, gak mesti sempurna. Sama seperti kalau kata penulis-penulis, draft pertama selalu sampah kwkwkw tapi kalau gak ada draft pertama, gak jadi tuh sebuah buku, skenario, dll nya.
It doesn't have to be perfect at first, you just need to start.
Kira-kira begitu ya gaes, carita kosong ji jadinya sih, tapi ndak apa-apa ji
Baiklah, semoga ada yang bisa dibaca.
Sampai ketemu di [tujuh puluh enam],
Cheers,
Em 🙆