Wednesday, 18 August 2021

[empat puluh tujuh] refleksi proklamasi

Indonesia Raya, Merdeka Merdeka

Hiduplah Indonesia Raya ...


Tujuh puluh enam tahun yang lalu, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang untuk pertama kali, ketika bendera merah putih dikibarkan untuk pertama kali, saat itulah menandai lahirnya sebuah negara berdaulat yaitu Indonesia.

Hari ini, 17 Agustus 2021, kita kembali memperingati hari kemerdekaan Indonesia, hari dimana rakyat Indonesia sudah terbebas dari penjajah, hari dimana rakyat Indonesia memulai lembar kehidupan yang baru, yang lebih baik. Sudah lebih dari tiga per empat abad, negara ini merdeka, pertanyaan nya adalah apakah kita sekarang sudah benar-benar merdeka? apakah dalam rentang waktu kemerdekaan ini kehidupan masyarakat jauh lebih baik?

Menurut saya, setiap ada hal yang diperingati, maka hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merenung, refleksi, introspeksi. Khususnya kita-kita generasi muda ini, sepertinya berkarya saja tidak cukup, penting juga untuk sesekali melihat ke dalam. Tentunya di hari kemerdekaan ini, kita semua mengharapkan hal-hal yang baik untuk negara kita tercinta. Ingin Indonesia lebih baik, lebih makmur, lebih maju, dan lebih-lebih lainnya. Tapi, untuk mewujudkan semua itu bukan hal yang mudah. Bagi pejabat-pejabat yang sekarang memegang peranan penting mungkin  juga punya harapan yang sama, tapi tidak banyak juga dari mereka yang melakukan kelalaian. 

Saya sering berpikir apa yang salah ya, apakah sistemnya, atau manusianya. Sistem nya oke tapi kalau manusia nya belum siap? Atau manusianya sudah siap tapi sistemnya amburadul?

Sampai sekarang, saya pun tidak tau jawaban benarnya apa. 

Sejauh ini, saya masih pada keyakinan 'lihatlah ke dalam'. Saya tidak bisa mengubah sistem, tapi saya bisa mengubah diri saya, apa yang harus saya lakukan. Menurut saya cukup penting bahwa di momentum ini, kita semua membangun kembali kesadaran kita. Kalau pejabat sekarang banyak yang korupsi, maka yang kita lakukan sekarang adalah bercita-cita jika suatu hari kita ada di posisi tersebut maka kita tidak akan melakukannya. Kenapa? Karena kita sadar betul tanggung jawab dan amanah kita. Kita sadar betul apa yang benar apa yang salah untuk dilakukan. Kita tahu dan sadar, yang mana saat ini saya pikir banyak orang yang tidak memiliki hal ini. Kita bisa kok, dari segi kemampuan intelektual, kreativitas, bisalah kita, netijen Indonesia kreativitasnya luar biasa. Kita hanya kadang-kadang kurang sadar (mungkin). Kalau semua orang sadar posisi, sadar hak, sadar kewajiban, sadar tugas, sadar tanggung jawab, saya pikir semua harusnya baik-baik saja.

Yah, tulisan saya amburadul hahaha sama amburadulnya kalau ditanya tentang negara kita. Kadang-kadang cuma bisa geleng-geleng, kok bisa ya hahahaa

Tapi di samping semua kekurangannya, Indonesia tetaplah Indonesia, negara, tempat lahir, kampung halaman yang kita cintai dan banggakan. Saya pribadi bangga sekali menjadi orang Indonesia, tumbuh besar dengan berbagai keragaman agama, budaya, suku, bahasa, tapi tetap bisa hidup harmonis, selaras, dan berdampingan. Sesuatu yang langka dan mungkin tidak ada di negara lain. Bangga sekali.

Semoga kita-kita ini, generasi muda bangsa ini, lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan, bisa membawa Indonesia lebih baik, lebih maju. Saya yakin kita tidak kalah bersaing dengan negara lain. Kita bisa liat banyak prestasi di luar sana. Kita juga bisa kok. Yang terpenting adalah kita bangun kembali kesadaran dan kecintaan kita dengan nilai-nilai luhur yang sudah ada. Pancasila itu fundamental tapi kadang-kadang kita lupa penerapannya. Sesempurna apapun sebuah sistem, jika sumber daya manusia nya belum siap maka sama saja, tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Maka, sungguh baiknya jika kita belajar banyak agar kita sudah siap bukan hanya dari segi intelektual tapi dari segi emosional, akhlak, moralitas, pola pikir, soft skills. Masa depan yang cerah itu menanti, kawan. Semangat dan selamat berkontribusi di bidang masing-masing :)

Cukuplah ya sepertinya wkwkwkk ngalor ngidul 

Dirgahayu Indonesiaku yang ke-76, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

Tetaplah kuat di sana, rakyatmu sedang berjuang, tetaplah membersamai, masa depan cerah itu ada menanti di depan sana :)

Semangat ya teman-teman untuk Indonesia yang lebih baik

Damn! I love Indonesia!!! Merdeka!

Sampai ketemu di [empat puluh delapan]

Cheers,

Em 🙆

Tuesday, 10 August 2021

[empat puluh enam] this is us - this is Kevin, Kate and Randall (3)

Love like Jack, strong like Rebecca, charm like Kevin, dream like Kate, and forgive like Randall

-this is us-

Halo halo halo semuaaa, semoga sehat-sehat selalu yaaa

Jadi, setelah sebelumnya cerita tentang mamak bapaknya, sekarang kita cerita tentang anak-anaknyaa..

Seru kali laaaah cerita tentang ketiga anak ini, mereka disebut Big Three! Jadi, sebenarnya Rebecca itu hamil anak kembar tiga tapi sayangnya anak ketiganya tidak bisa lahir dengan selamat. Lalu, pada hari yang sama ada seorang anak yang dibuang dan dibawa ke rumah sakit yang keranjangnya kebetulan bersebelahan dengan keranjang Kevin dan Kate. Lalu, Jack dan Rebecca akhirnya memutuskan untuk mengadopsi anak itu, sehingga mereka tetap punya 3 anak.

Jadi, banyak ya isu-isu yang diangkat dalam film ini, salah satunya diversity. Randall adalah anak berkulit hitam yang diadopsi oleh keluarga kulit putih. Di sini kita bisa melihat bagaimana Randall merasa berbeda dibanding saudara-saudaranya dan bagaimana dia berusaha mencari jati dirinya, mencari orang tua kandungnya. Menarik sekali melihat bagaimana konflik yang muncul dari perbedaan ini, kayak Jack dan Rebecca tidak ingin memperlakukan Randall secara berbeda padahal memang sebenarnya Randall ini berbeda. Ada treatment-treatment yang dilakukan orang-orang berkulit hitam yang tidak dilakukan orang berkulit putih, misalnya alat cukur yang sesuai, penggunaan sun screen, dll. Intinya adalah perbedaan itu ada tapi bukan berarti harus ada perpecahan karena perbedaan. Di sini juga bisa dilihat bagaimana Kevin dan Kate itu sayang dengan Randall seperti saudara mereka sendiri.

Selain diversity, ada pula isu-isu lain yang diwakilkan oleh masing-masing anak ini. Kevin dengan isu ketergantungan alkohol, Kate dengan isu berat badan berlebih, dan Randall dengan isu kecemasan. Menurut saya, isu-isu ini hadir di kehidupan kita sehari-hari dan kita bisa banyak belajar dari film ini. Banyak hal menarik dan indah yang bikin kita terharu dari kelakuan tiga bersaudara ini. Tak bisa dipungkiri banyak konflik, khususnya antara Kevin dan Randall. Tapi, at some point, they still need each other, and noone knows themselves better than each other. Mungkin mereka bisa berbeda pendapat, bertengkar, tapi pada akhirnya mereka saling membutuhkan satu sama lain. That's just what siblings do.

I will not put too much words in here. I will put one part of the stories that really open my eyes.

Jadi, saya lupa di season berapa dan episode berapa, intinya di scene Kevin masuk rehabilitasi gegara kecanduan alkohol dan pihak rehabilitasi memanggil semua keluarganya untuk ngobrol untuk mencari kenapa sih Kevin ini bisa kecanduan, ya semacam itulah. And boom! saat itu terkuaklah semua perasaan yang dipendam. Jadi Kevin ini merasa sejak kecil dia itu tidak diperhatikan. Ya, wajar, kalau ktia nonton filmnya, sangat terlihat bahwa Jack sangat perhatian kepada Kate, pokoknya kayak si bapaknya ini perhatian sekali dengan Kate. Sedangkan Rebecca sangat dekat dengan Randall apalagi setelah Jack meninggal. Jadi, Kevin ini merasa sejak kecil dia itu tidak diperhatikan dan tidak ada yang bisa dia banggakan begitu dibandingkan Randall dan Kate. Sampai ketika Rebecca cerita ke Kevin ini, jadi dulu waktu mereka pertama kali masuk sekolah, Randall dan Kate itu  nangis-nangis tidak mau masuk ke kelas. Sedangkan, Kevin dengan berani berjalan sendiri masuk ke kelasnya. Kata Rebecca, pada saat itu mereka sebagai orangtua ini tau kalau Kevin itu anak paling kuat, so they didn't put too much effort in him. 

Jadi, kita bisa liat di sini ada dua sudut pandang yang berbeda. Dari Kevin yang merasa dia tidak diperhatikan dan di sisi orangtuanya yang melihat bahwa oh anaknya ini anak yang kuat sehingga tidak perlu special treatment, which is mereka pasti bangga dengan anaknya. Jadi bagaimana ya, kayak ironi bahwa kadang-kadang sebagai anak kita tidak paham dengan sudut pandang orangtua, begitu juga dengan orangtua kadang-kadang apa yang mereka maksudkan tidak bisa tersampaikan dengan baik ke si anak.

Selain itu, di film ini juga kita liat bagaimana keberhasilan Jack dan Rebecca sebagai orang tua terlepas dari semua kekurangan, yang paling keren adalah Kevin, Kate, dan Randall melihat orang tua mereka sebagai orang tua yang luar biasa yang bahkan mereka pikir they cannot be parents like their parents. And at the end of the day, family comes first, always.

That's the Big Three - Kevin Pearson, Kate Pearson, and Randall Pearson

Other than that, I think there is no such beautiful siblings and family story rathen than this wkwkkw teman-teman bisa nonton, and let me know, but for me, sedih senang lucu haru bangga bahagia ada semua di film ini. Keren lah wkwkkw banyak pelajaran yang bisa diambil. I cannot remember everything in the story but I cannot forget my feeling when I watched it.

Am waiting for season finale yuhuuuuu

Gitu ajalah ya bacotan saya hahahaha

Sampai ketemu di [empat puluh tujuh],

Cheers,

Em 🙆