the future we create, the future we can predict
Hello semuaaa!! Masih suasana lebaran nih wkkwkkw
Selamat lebaran buat yang merayakan, mohon maaf lahir batin
Another post! yeaaa, salah satu post yang sudah lama mangkrak di draft wkkwkw sudah kepikiran dari lama tapi gak tau mau tulis apa dan gimana sampai sekarang akhirnya nulis juga hehee
Ada satu ungkapan yang mungkin familiar yaitu 'apa yang keliatan baik, belum tentu baik, dan apa yang keliatan buruk, belum tentu buruk'. Benar, benar sekali. Karena tidak jarang kita sudah terlalu cepat menghakimi sesuatu yang terjadi di kehidupan kita tepat sesaat setelah kita mengalaminya. Terlalu cepat, terlalu gegabah.
Mungkin di kebanyakan kasus kita sering berprasangka buruk terhadap sesuatu, yang menurut orang-orang tentu kurang baik. Tapi, apakah berprasangka baik adalah selalu baik? Hmm, tergantung. Sebenarnya keduanya tergantung ya, entah itu prasangka buruk atau baik. Yang cenderung kurang tepat itu jika setelah berprasangka itu kita lalu menutup semua kemungkinan lainnya dengan menganggap prasangka kita lah yang benar dan terjadi.
Hm, gimana gimana? wkwkkw
Iya, jadi, ketika sesuatu terjadi, mungkin naluri manusia kali yah, kita jadi langsung men-judge baik atau buruk, lalu berhenti di sana. Di sinilah celahnya sebenarnya. Padahal, sebenarnya kita tidak pernah tau masa depan akan seperti apa. Kita tidak pernah tau apa yang kita judge sebagai baik atau buruk ini akan membawa kita kemana.
Kembali ke yang tadi, ketika kita berprasangka buruk akan sesuatu, contohnya kita sudah berencana pergi jalan-jalan dengan keluarga, terus karena sesuatu hal jalan-jalannya batal. Kita jadi bete dong. Ternyata gak lama hujan deras turun. Nah kan, untung juga gak jadi pergi, karena kalau jadi mungkin bisa kehujanan. Jadi, ketika kita hanya melihat apa yang terjadi di depan kita saja lalu langsung bereaksi secara keras mungkin itu yang akan buat kita pusing sendiri, karena emosi kita mudah sekali dimainkan di sana, marah, kesal, bete. Padahal sebenarnya, kalau kita mau berpikir bahwa tidak apa-apa mungkin bisa pergi lain kali atau mungkin ada hal lain yang juga seru dikerjakan di rumah. Maksudnya, secara manusiawi pastilah kita sedih karena apa yang direncanakan tidak berjalan semestinya. Tapi, jangan tutup kemungkinan lain. Coba perluas pandangan kita, supaya tidak sempit gitu loh hahhahaaa. Iya, karena rasanya lucu-lucu alias malu juga kalau kita sudah marah-marah gak jelas eh trus ternyata yang kita kesalkan ternyata menjadi berkah. Malu ga malu ga? Ya malu lah masa ga hahhahahhaa
Pun demikian, ketika berprasangka baik, jangan terlena. Ingat juga bahwa segala sesuatu itu naik dan tuurn. Hidup ini roda cuy, kadang di atas kadang di bawah, kadang baik kadang buruk. Sama dengan berprasangka buruk tadi, berprasangka baik pun tidak boleh menutup kemungkinan-kemungkinan yang lain. Seandainya cerita di atas kita balik, kita jadi pergi jalan-jalan tapi pas sampai tempatnya tutup atau penuh jadi kita ga bisa masuk (misalnyaaa). Seringkan kejadian mirip seperti ini. Jadi, tidak boleh juga terlalu senang atau terlena wkwkwwk
Persis seperti judul masa depan yang kita rencanakan sekarang tetap adalah masa depan yang tidak bisa kita prediksi atau pastikan. Jadi, boleh banget berencana, tapi jangan ngoyo gitu loh, baik buruknya, terjadi tidaknya rencana kita, apa pun itulah yang terjadi tidak berhenti sampai di situ saja, pasti ada lagi yang terjadi berikutnya berikutnya berikutnya.
Sama juga ketika kita ditegur atau dimarahi atau dipuji. Yah, you name it lah kalau kita menerima perkataan dari orang lain. Kadang kita dimarahi kita lihat sebagai sesuatu yang buruk padahal sebenarnya orang itu menegur untuk kebaikan kita. Kadang kita dipuji kita senang sekali padahal mungkin orang itu ada maksud yang lain, mau minjem duit misalnya hahahhaaa Inipun kalau ditarik lagi akan panjang lagi ke depan. Mungkin orangnya beneran muji ya mungkin saja. Makanya tidak perlu terlalu berlebihan menanggapi. Dipuji ya terima kasih, lalu introspeksi, ditegur juga terima kasih, lalu introspeksi, sama saja. Kalau minjem duit ya dikasih kalau punya duitnya, kalau ga mau kasih ya gak papa juga hahahaha
Yah begitulah yaaa wkkwkw
Segala sesuatu yang terlalu itu tetap kurang baik. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu bahagia, terlalu kesal, dan terlalu terlalu lainnya. Jadi ya steady sajalah, biasa saja, santai saja, tenang-tenang saja.
Jadi begitu ya, intinya yang pertama tidak boleh langsung menjudge dan menutup kemungkinan lainnya karena baik atau buruk, siapa yang tau? Ga ada. Kita akan tau ketika hal itu terjadi. Dan ketika kita sudah mati-matian menjudge sesuatu yang ternyata bisa berefek kebalikannya, malu loh kita wkkwkw Yang kedua, selalu waspada atau siap atau sadar gitu kalau ga mungkin semuanya baik atau semuanya buruk. Jadi, kita syukuri jalani saja apa yang terjadi. Di sisi lain karena baik dan buruk itu relatif sebaiknya juga untuk memijakkan kaki baik-baik ke bumi supaya pikiran emosi tetap berpijak jadi menanggapi apa-apa tidak berujung ke hal-hal yang merugikan kita sendiri.
Gitu ya gitu yaaaa hahahhaaa
Sudah dulu yaa semoga bergunaa semogaaa hahhaaa
Sampai ketemu di [empat puluh dua]
Cheers,
Em 🙆