Tuesday, 18 May 2021

[empat puluh satu] Good or bad, who knows?

 the future we create, the future we can predict


Hello semuaaa!! Masih suasana lebaran nih wkkwkkw 

Selamat lebaran buat yang merayakan, mohon maaf lahir batin 

Another post! yeaaa, salah satu post yang sudah lama mangkrak di draft wkkwkw sudah kepikiran dari lama tapi gak tau mau tulis apa dan gimana sampai sekarang akhirnya nulis juga hehee

Ada satu ungkapan yang mungkin familiar yaitu 'apa yang keliatan baik, belum tentu baik, dan apa yang keliatan buruk, belum tentu buruk'. Benar, benar sekali. Karena tidak jarang kita sudah terlalu cepat menghakimi sesuatu yang terjadi di kehidupan kita tepat sesaat setelah kita mengalaminya. Terlalu cepat, terlalu gegabah. 

Mungkin di kebanyakan kasus kita sering berprasangka buruk terhadap sesuatu, yang menurut orang-orang tentu kurang baik. Tapi, apakah berprasangka baik adalah selalu baik? Hmm, tergantung. Sebenarnya keduanya tergantung ya, entah itu prasangka buruk atau baik. Yang cenderung kurang tepat itu jika setelah berprasangka itu kita lalu menutup semua kemungkinan lainnya dengan menganggap prasangka kita lah yang benar dan terjadi.

Hm, gimana gimana? wkwkkw

Iya, jadi, ketika sesuatu terjadi, mungkin naluri manusia kali yah, kita jadi langsung men-judge baik atau buruk, lalu berhenti di sana. Di sinilah celahnya sebenarnya. Padahal, sebenarnya kita tidak pernah tau masa depan akan seperti apa. Kita tidak pernah tau apa yang kita judge sebagai baik atau buruk ini akan membawa kita kemana.

Kembali ke yang tadi, ketika kita berprasangka buruk akan sesuatu, contohnya kita sudah berencana pergi jalan-jalan dengan keluarga, terus karena sesuatu hal jalan-jalannya batal. Kita jadi bete dong. Ternyata gak lama hujan deras turun. Nah kan, untung juga gak jadi pergi, karena kalau jadi mungkin bisa kehujanan. Jadi, ketika kita hanya melihat apa yang terjadi di depan kita saja lalu langsung bereaksi secara keras mungkin itu yang akan buat kita pusing sendiri, karena emosi kita mudah sekali dimainkan di sana, marah, kesal, bete. Padahal sebenarnya, kalau kita mau berpikir bahwa tidak apa-apa mungkin bisa pergi lain kali atau mungkin ada hal lain yang juga seru dikerjakan di rumah. Maksudnya, secara manusiawi pastilah kita sedih karena apa yang direncanakan tidak berjalan semestinya. Tapi, jangan tutup kemungkinan lain. Coba perluas pandangan kita, supaya tidak sempit gitu loh hahhahaaa. Iya, karena rasanya lucu-lucu alias malu juga kalau kita sudah marah-marah gak jelas eh trus ternyata yang kita kesalkan ternyata menjadi berkah. Malu ga malu ga? Ya malu lah masa ga hahhahahhaa

Pun demikian, ketika berprasangka baik, jangan terlena. Ingat juga bahwa segala sesuatu itu naik dan tuurn. Hidup ini roda cuy, kadang di atas kadang di bawah, kadang baik kadang buruk. Sama dengan berprasangka buruk tadi, berprasangka baik pun tidak boleh menutup kemungkinan-kemungkinan yang lain. Seandainya cerita di atas kita balik, kita jadi pergi jalan-jalan tapi pas sampai tempatnya tutup atau penuh jadi kita ga bisa masuk (misalnyaaa). Seringkan kejadian mirip seperti ini. Jadi, tidak boleh juga terlalu senang atau terlena wkwkwwk 

Persis seperti judul masa depan yang kita rencanakan sekarang tetap adalah masa depan yang tidak bisa kita prediksi atau pastikan. Jadi, boleh banget berencana, tapi jangan ngoyo gitu loh, baik buruknya, terjadi tidaknya rencana kita, apa pun itulah yang terjadi tidak berhenti sampai di situ saja, pasti ada lagi yang terjadi berikutnya berikutnya berikutnya. 

Sama juga ketika kita ditegur atau dimarahi atau dipuji. Yah, you name it lah kalau kita menerima perkataan dari orang lain. Kadang kita dimarahi kita lihat sebagai sesuatu yang buruk padahal sebenarnya orang itu menegur untuk kebaikan kita. Kadang kita dipuji kita senang sekali padahal mungkin orang itu ada maksud yang lain, mau minjem duit misalnya hahahhaaa Inipun kalau ditarik lagi akan panjang lagi ke depan. Mungkin orangnya beneran muji ya mungkin saja. Makanya tidak perlu terlalu berlebihan menanggapi. Dipuji ya terima kasih, lalu introspeksi, ditegur juga terima kasih, lalu introspeksi, sama saja. Kalau minjem duit ya dikasih kalau punya duitnya, kalau ga mau kasih ya gak papa juga hahahaha

Yah begitulah yaaa wkkwkw

Segala sesuatu yang terlalu itu tetap kurang baik. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu bahagia, terlalu kesal, dan terlalu terlalu lainnya. Jadi ya steady sajalah, biasa saja, santai saja, tenang-tenang saja.

Jadi begitu ya, intinya yang pertama tidak boleh langsung menjudge dan menutup kemungkinan lainnya karena baik atau buruk, siapa yang tau? Ga ada. Kita akan tau ketika hal itu terjadi. Dan ketika kita sudah mati-matian menjudge sesuatu yang ternyata bisa berefek kebalikannya, malu loh kita wkkwkw Yang kedua, selalu waspada atau siap atau sadar gitu kalau ga mungkin semuanya baik atau semuanya buruk. Jadi, kita syukuri jalani saja apa yang terjadi. Di sisi lain karena baik dan buruk itu relatif sebaiknya juga untuk memijakkan kaki baik-baik ke bumi supaya pikiran emosi tetap berpijak jadi menanggapi apa-apa tidak berujung ke hal-hal yang merugikan kita sendiri.

Gitu ya gitu yaaaa hahahhaaa

Sudah dulu yaa semoga bergunaa semogaaa hahhaaa

Sampai ketemu di [empat puluh dua]

Cheers,

Em 🙆

Wednesday, 5 May 2021

[empat puluh] hari ulang tahun

And in the end, it's not the years in your life that count; it's the life in your years

-Abraham Lincoln-


Hola everyone! Teteup sehat yaa semuanyaaa!!


So, I have just had my birthday yesterday *yeaaa* hahhahaa 

Actually, bukan tentang itu, tapi ada hal yang menarik sih, ga penting sih ya tapi menarik hahahaa

Jadi, coba bayangkan dalam setahun ada 366 hari maksimalnya, we spend the whole year, going through day by day, but there is one day in that whole year which we notice carefully that the day is different to other days. That's our birthday.

Menarik aja sih menurut saya, seolah-olah ketika kita melewati suatu perjalanan kita sudah sasar dari jauh bahwa 'oh itu tuh di situ'. Seperti itu kurang lebih. Sementara, bagi orang lain, hari itu biasa saja, tidak ada kesan apa-apa. 

Tidak penting yah? Iya memang hahahaa

Apa pelajaran yang bisa diambil? Tidak ada. Hahahhaa

No no, I just think that it's interesting how this small particular thing is really personalised to each of us, to each individual. Hari yang kita rasakan spesial, belum tentu loh spesial bagi orang lain. Berangkat dari hal kecil ini saja yang sudah sangat personal, subjektif, bagaimana dengan hal-hal lain yang lebih besar. Pendapat, sudut pandang, tindakan, pola pikir. Kemudian, bagaimana perasaan kita yang mengubah dan membentuk kesan pada sesuatu. Semua hari dalam setahun hanyalah hari, biasa saja. Tapi, karena ada kesan di dalamnya maka itu yang membuat hari itu menjadi istimewa. Bukan hanya ulang tahun, hari-hari lainnya, hari jadi, hari raya, hari peringatan, dan lain-lain. Jadi, most of the things in life are neutral, hanya karena perasaan kita, pikiran kita, pengalaman kita, yang mengubah hal-hal itu punya kesan tersendiri. Jadi, bukan tentang hari nya, tapi tentang kita nya. This thing can be applied in many things in life. Ini dasar dari banyak hal yang terjadi. Semua kembali kepada kita, diri kita sendiri.

Demikian lah kira-kira refleksi hari ini hahhaaa

Trying not to be too serious, but just try to see a little thing which might be important hehehee


Last but not least, happy birthday to me *yesterday* hehee

And note to myself,

Tetaplah hidup bahagia, tenang, damai, seimbang, dan penuh kesadaran

Tetaplah berjuang dan berlatih dengan penuh semangat hingga mencapai tujuan di sana :)


Thank you everyone,

Sampai ketemu di [empat puluh satu]

Cheers,

Em 🙆