Monday, 30 November 2020

[tiga puluh lima] Repot!

Repot! Repot! 

Kenapa orang tidak ingin direpotkan? Kenapa hayoo? Wkwkwk apakah kalian juga tidak mau direpotkan?

Hahaaa mungkin akan jadi postingan yang cukup kontroversial, mungkin bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk saya nanti mungkin 5 atau 10 tahun kemudian kalau saya baca lagi, mungkin saya akan pikir dasar anak ingusan belum tau susahnya hidup! Hhahaa mungkin demikian, tapi mungkin juga tidak, mungkin saya tetap memiliki pemikiran yang sama dan cukup senang bisa menulis ini saat ini. Who knows, and who cares?

Anyway, semakin ke sini, banyak hal yang terjadi yang membuat saya jadi berpikir sendiri, kenapa kadang-kadang kita sulit untuk mengeluarkan energi lebih untuk melakukan sesuatu untuk orang lain, padahal kita sebenarnya mampu? Kenapa kita selalu membawa nama 'repot'?

Mungkin iya, kalau kita sedang sibuk, kita bisa menolak, atau  menawarkan di lain waktu. Tapi kadang kala kita tidak benar-benar sibuk, bukan begitu? Kadang kala kita melihat diri kita sibuk tapi sebenarnya tidak sedemikian kok.

Mungkin hanya saya yang berpikir seperti ini. This is also notetomyself, to think more, to find the answer, or maybe it has no answer. Who knows?

Tapi ya, begitulah. Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya. Kenapa? Mungkin ada yang tau jawabannya?


Sampai ketemu di [tiga puluh enam],

Cheers,

Em 🙆