In the end, it is not the years in your life that count, it's the life in your years
-Abraham Lincoln-
Mengulang tanggal yang dijadikan sebagai tanggal pertama kalinya kepala menyentuh udara yang ke-dua-puluh-lima-kalinya. Perak, kata orang. Seperempat, kata orang. Ya, itulah.
Ia mungkin spesial (pakai telor?) atau mungkin biasa saja atauu mungkin juga sama saja dengan hari yang lain, apakah hari biasa atau seperti tahun baru atau lebaran.
Mungkin ini adalah sebuah milestone, bagi sebagian orang. Bagi saya, sayapun ingin menjadikan dua puluh lima ini sebagai milestone yang penting, yang masih menjadi misteri.
Sebenarnya saya pun tak tahu mau menuliskan apa hahahaa ya kali nanti esok-esok bisa diedit. Yang jelas hari ini adalah gerbang memasuki masa perak itu.
Dua puluh empat sebelumnya sudah memberi banyak corak, dari belajar merangkak, belajar menulis, belajar mengetik, hingga sekarang belajar melihat dan menerima semua seperti sebagaimana adanya.
Sebenarnya tak ingin banyak selebrasi, inginnya lebih banyak refleksi, introspeksi dan kontemplasi.
Sebenarnya tak ingin banyak gaya, inginnya lebih banyak berupaya dan berdaya.
Apapun itu, semoga si perak ini senantiasa menjadi pengingat saya untuk lebih banyak melihat ke dalam diri, lebih banyak berkontribusi dan membawa manfaat.
Saya kiranya demikian.
Terima kasih perak minus one, selamat datang si perak, mari berjuang kembali, karena sekali lagi kata Ernest Prakasa, hidup bukan soal durasi, tapi soal kontribusi. Saya jadi ingat pesan yang pernah saya dengar 'Don't leave a place without a legacy'.
See ya at [dua puluh empat]
Cheers,
Em 🙆