"The noblest pleasure is the joy of understanding"- Leonardo da Vinci -
Hmm cukup menarique wkwkwk
Bicara soal mengerti, dimengerti, memahami, dipahami adalah hal yang cukup sensitif dan menyentil ego. Ya iya, most people want to be understood and very less people really want to understand. Apakah ini wajar? Kadang-kadang banyak yang bilang 'ah itu mah wajar semua orang ingin dimengerti'. Benarkah demikian? Pernahkah kita menelisik lebih jauh ke dalam diri dan batin kita permasalahan mengerti dan dimengerti ini? Mungkin dari luar cukup simpel tapi sesungguhnya banyak hal yang tersembunyi dan cukup complicated.
Mengerti dalam hal ini bukan hanya berbicara tentang mengerti orang lain tetapi juga mengerti lingkungan di sekitar kita. Ketika kita dihadapkan pada suatu situasi yang berbeda dengan yang ada pada otak dan hati kita, saat itulah ego dan nurani ini beradu. Saya pribadi cukup yakin bahwa tiap orang dilahirkan dengan ego dan nurani. Ego berperan pada pemikiran untuk kepentingan dan kenyamanan diri sendiri sedangkan nurani berperan pada pemikiran yang luhur dan baik, yang kadang-kadang pula berarti apa yang nyaman untuk diri kita belum tentu baik wkwk. Kembali ke situasi yang berbeda tadi, saat itu, ego ini akan berpikir bagaimana untuk membuat segala sesuatunya sesuai dengan yang kita inginkan, yang bisa membuat kita nyaman, sebaliknya nurani akan berpikir untuk bisa beradaptasi dan memahami dengan perbedaan itu. Hanya saja, tahukah teman-teman, nurani ini kurang lebih sama wujudnya dengan orang-orang baik yang cenderung tenggelam suaranya dibandingkan orang-orang yang berkoar-koar tanpa ada niatan baik sedikitpun. Terkadang, tanpa sadar, kita ini tidak mendengarkan sang nurani itu, kita mengabaikannya. Pada saat itulah, kita ingin dimengerti. Masih berlanjut, kita pun masih merasa baik-baik saja dengan rasa ingin dimengerti itu, yang lebih parah adalah kita malah kadang berdalih dengan pasrah bahwa memang beginilah adanya, tidak bisa diubah.
Kadang-kadang lucu memang 'hooman' ini (hooman biar kekinian hahaha), magernya kadang-kadang sampai ke hati wkkwkw. Bukannya gak bisa diubah sih, kitanya saja yang biasanya malas untuk berubah, malas untuk berusaha berubah. Mengerti termasuk bagian dari berubah. Ketika kita mencoba untuk mengerti, kita berusaha untuk berubah, mengubah pandangan kita terhadap sesuatu entah itu lingkungan atau orang, mengubah hati kita dari yang tadinya susah untuk mengalah menjadi mau mengalah dan menyesuaikan diri, mengubah ego kita yang tadi 1000% menjadi 50% mungkin hehee, mengubah diri kita menjadi lebih baik.
Coba bayangkan ketika ada 4 orang berada di satu ruangan dengan minuman kesukaan yang berbeda-beda, ada yang suka teh manis, teh tawar, teh susu, dan lemon tea. Mereka sedang kehausan dan hanya terdapat 1 buah gelas (anggap aja gelasnya gede bisa buat berempat ya hehehehe) yang berisi teh. Ketika semua ingin dimengerti maka mereka akan bertengkar tidak jelas hanya untuk sebuah rasa teh. Tetapi ketika semua bisa saling mengerti maka rasa haus mereka mungkin bisa segera hilang karena mereka mau menyesuaikan dengan 1 rasa teh.
Begitulah kadang-kadang kekerasan hati kita untuk mau dimengerti bisa berujung pada sesuatu yang kurang baik. Belum tentu orang bisa mengerti kita. Kadang-kadang kita malah menyalahkan orang lain, 'dia sih gak bisa ngertiin aku'. Ketika mengatakan demikian, sempatkah kita berpikir bagaimana dengan kita sendiri? Kadang kita lupa, dasar kita! Wkwkw.
Sulit memang gaes, ngetik mah gampang yah hahaa, tapi adakah hasil tanpa usaha? Memang tak ada manusia yang sempurna, kita pun tidak mungkin bisa setiap saat setiap waktu 100% dalam kondisi mengerti orang lain. Tapi, kita bisa belajar, berusaha untuk melihat lebih jauh ke dalam hati kita, sedikit lebih mendengarkan sang nurani dan mengecilkan volume ego, sebelum memutuskan ingin dimengerti. Ketika kita bisa mengerti orang lain, mengerti keadaan lingkungan sekitar kita maka tidak ada salahnya untuk menyesuaikan diri. Tidak ada salahnya memperkaya diri dengan hal-hal baru, keluar dari comfort zone, mungkin saja kita bisa menemukan comfort zone yang lain yang lebih menarik ketika kita mencoba mengerti dan memahami, mungkin saja kita menjadi lebih lega dan bahagia ketika melihat orang lain bahagia jika kita bisa mengerti dirinya. Kita tak pernah tahu. Tak selamanya yang kita inginkan bisa terjadi, tapi tak selamanya juga yang kita inginkan tidak bisa kita raih.
Selamat berjuang untuk menjadi lebih baik, telisiklah lebih jauh ke dalam hati, banyak hal yang bisa kita pelajari tapi kita belum menyadarinya.
Serius amat ya hahahaa ini hanya sharing ya teman-teman berdasarkan pemikiran dan pengalaman pribadi. Semoga bisa memberi manfaat :))
See ya at [sembilan]
Em 🙆
See ya at [sembilan]
Em 🙆